KataKerja.id, BERITA – Setiap tahunnya, terutama di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia, penyakit jantung rematik menyebabkan banyak kematian di mana ada sekitar 444 kasus per 100 ribu penduduk.
Salah satu faktor yang membuat negara-negara berkembang lebih rentan adalah kondisi sosial dan ekonomi yang buruk, seperti kemiskinan hingga kurangnya akses ke layanan kesehatan.
Penyakit jantung rematik disebabkan oleh respons autoimun tubuh terhadap infeksi yang disebabkan oleh bakteri Group A Streptococcus.
Ketika tubuh melawan infeksi tersebut, sistem kekebalan tubuh dapat secara keliru menyerang jaringan sendi, kulit, atau organ lain, termasuk jantung.
Gejala jantung rematik dapat bervariasi dari yang ringan hingga parah meliputi; demam, nyeri dada dan sendri, detak jantung tidak teratur, terdengar suara bising pada bagian jantung dan lain sebagainya.
Sayangnya, kerusakan yang disebabkan oleh penyakit ini bersifat permanen. Namun, Penyakit jantung rematik dapat dicegah dengan cara selalu menjaga kebersihan lingkungan.
Selain itu, selalu mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun antiseptik, konsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, serta secara rutin melakukan pemeriksaan jantung.














