(Foto: Dok. Humas PDAM Makassar)

Terima Purnabakti, Andi Syahrum Buka Ruang Kolaborasi untuk Perkuat PDAM Makassar

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.co.id, BERITA — Perwakilan purnabakti Perumda Air Minum Kota Makassar menemui Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, di Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar, Jalan Ratulangi, Rabu (23/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara manajemen perusahaan dan para purnabakti untuk membahas sejumlah aspirasi, termasuk pemenuhan hak pensiunan serta rencana pembentukan wadah atau persatuan bagi mantan pegawai PDAM Makassar.

Perwakilan purnabakti, H Aziz Maddo, mengapresiasi keterbukaan Andi Syahrum yang memberikan kesempatan kepada para pensiunan menyampaikan langsung persoalan yang selama ini menjadi perhatian mereka.

Aziz berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk mencari solusi atas hak pensiunan yang disebut belum seluruhnya diterima oleh sejumlah pegawai yang memasuki masa purnabakti sejak 2019 hingga 2026.

“Alhamdulillah, ini adalah solusi untuk kita bisa mendapatkan hak-hak kita nanti, terutama masalah pensiunan yang pembayaran haknya tertunda sejak 2019 sampai 2026,” ujar Aziz.

Menurutnya, kesempatan bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan menjadi hal penting agar aspirasi para purnabakti dapat disampaikan secara terbuka sekaligus dibahas untuk menemukan jalan keluar.

“Ini adalah upaya teman-teman. Ada lampu hijau dari direktur sekarang untuk menerima kami. Alhamdulillah, keterbukaan dari Pak Dirut sekarang membuat kami bisa bertemu langsung,” katanya.

Purnabakti PDAM Makassar Siapkan Wadah Bersama

Selain persoalan hak pensiunan, pertemuan juga membahas rencana pembentukan wadah bagi para purnabakti Perumda Air Minum Kota Makassar.

Aziz mengatakan, wadah tersebut diharapkan menjadi ruang bagi para pensiunan untuk berkumpul, berkomunikasi, sekaligus mempermudah penyampaian aspirasi kepada pihak manajemen.

Gagasan pembentukan wadah purnabakti disebut telah ada sejak lama. Namun, respons positif dari manajemen saat ini dinilai menjadi momentum untuk merealisasikan rencana tersebut.

“Wadah itu sebenarnya dari dulu sudah ada gagasannya. Alhamdulillah, Pak Dirut sekarang merespons dan membantu membuat wadah itu. Kalau ada wadah tempat kita berkumpul, pengurusannya juga akan lebih mudah,” jelas Aziz.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Andi Syahrum yang telah membuka ruang komunikasi dengan para mantan pegawai.

Andi Syahrum: Kontribusi Purnabakti Tetap Dibutuhkan

Menanggapi aspirasi tersebut, Andi Syahrum mengatakan keberadaan para purnabakti tetap memiliki arti penting bagi Perumda Air Minum Kota Makassar.

Menurutnya, perjalanan perusahaan tidak terlepas dari kontribusi pegawai yang telah lebih dahulu mengabdi. Pengalaman serta gagasan para purnabakti dinilai masih dapat memberikan masukan bagi perkembangan perusahaan.

“PDAM ini tidak bisa juga kalau tidak didukung oleh eks pegawai. Kami masih membutuhkan dukungan dan ide-ide dari teman-teman purnabakti,” kata Andi Syahrum.

Ia juga menyatakan kesediaannya mendukung pembentukan wadah purnabakti sebagai sarana menjaga komunikasi antara perusahaan dan para mantan pegawai.

“Kami siap membantu purnabakti PDAM. Kita sama-sama,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Andi Syahrum turut menyinggung pentingnya inovasi dalam menghadapi tantangan pelayanan air bersih, termasuk dampak kemarau terhadap ketersediaan air baku.

Ia mengatakan perusahaan perlu terus mencari inovasi dan mengoptimalkan berbagai sumber daya yang tersedia agar kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi.

“Kita butuh inovasi agar dalam keadaan apa pun, baik itu kemarau, kita dapat memanfaatkan segala yang ada agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Walaupun ini masih bertahap,” katanya.

Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk para mantan pegawai yang memiliki pengalaman panjang di lingkungan perusahaan.

Andi Syahrum juga menyambut baik rencana pembentukan wadah purnabakti. Ia menilai wadah tersebut dapat menjadi ruang untuk menghimpun pengalaman dan gagasan para mantan pegawai sebagai bahan masukan bagi manajemen dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan air bersih di Kota Makassar.

“Kalau bisa secepatnya,” pungkasnya.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami