KataKerja.co.id, BERITA — Perumda Air Minum Kota Makassar menerima kunjungan rombongan Anggota DPRD Kota Palopo dalam rangka study tiru terkait peningkatan kualitas layanan publik, digitalisasi manajemen air, hingga pengelolaan perusahaan.
Kunjungan tersebut berlangsung di Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar, Jalan Ratulangi, Selasa, 15 September 2026.
Rombongan DPRD Kota Palopo diterima langsung Plt Direktur Umum Perumda Air Minum Kota Makassar Andi Taufiq Aris, didampingi jajaran Perumda Air Minum Makassar, antara lain Plt Sekretariat Perusahaan, Plt Kepala Bagian Produksi, Plt Litbang, serta unsur Seksi Humas.
Dari DPRD Kota Palopo, kunjungan dihadiri Taming Somba dari Fraksi Gerindra, Cendana Cendrana, S.E. dari Fraksi Demokrat, serta AKP Purnawirawan Sihwadi dari Fraksi PAN.
Dalam pertemuan tersebut, DPRD Palopo menggali berbagai pengalaman Perumda Air Minum Kota Makassar dalam meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sejumlah aspek menjadi pembahasan, mulai dari efisiensi anggaran, penanganan kebocoran air, dividen, investasi, belanja modal, hingga pengelolaan sumber air baku dan proses produksi air bersih.
Plt Direktur Umum Perumda Air Minum Kota Makassar Andi Taufiq Aris yang merupakan putra kelahiran Palopo turut berbagi pengalaman mengenai pengelolaan perusahaan air minum kepada rombongan DPRD Palopo.
Ia memaparkan sejumlah strategi yang diterapkan Perumda Air Minum Makassar, termasuk upaya meningkatkan efisiensi anggaran, menekan kebocoran, mengelola investasi, serta menjaga ketersediaan air baku.
Menurut Andi Taufiq, penanganan kebocoran menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga efisiensi distribusi air. Penanganannya harus dilakukan secara terukur agar tingkat kehilangan air dapat ditekan tanpa mengganggu pelayanan kepada pelanggan.
Sementara dalam hal dividen, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kontribusi perusahaan kepada daerah dan keberlangsungan operasional perusahaan.
Menurutnya, kemampuan perusahaan perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan besaran kontribusi yang diberikan kepada daerah.
Dalam pembahasan mengenai investasi, Andi Taufiq menegaskan bahwa setiap keputusan investasi harus didasarkan pada perhitungan yang matang.
“Setiap investasi harus dihitung dengan baik. Harus ada manfaat dan feedback bagi perusahaan,” jelas Andi Taufiq.
Ia menjelaskan, investasi Perumda Air Minum perlu mempertimbangkan kebutuhan perusahaan, manfaat yang akan diperoleh, kemampuan pembiayaan, serta dampaknya terhadap kinerja perusahaan.
Karena itu, investasi tidak semata-mata diarahkan untuk melakukan pengembangan, tetapi harus memiliki tujuan dan dasar perhitungan yang jelas.
Hal serupa berlaku pada belanja modal. Menurut Andi Taufiq, belanja modal harus disusun berdasarkan skala prioritas sehingga setiap anggaran yang dikeluarkan benar-benar mendukung kebutuhan operasional dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pengelolaan sumber daya manusia, Andi Taufiq menekankan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan perusahaan daerah.
Menurutnya, kompetensi, kinerja, efisiensi, dan kebutuhan organisasi harus menjadi dasar dalam penempatan maupun pengembangan sumber daya manusia.
“Perusahaan harus dikelola secara profesional. Yang menjadi pertimbangan adalah kompetensi, kinerja dan kebutuhan perusahaan,” ujarnya.
Ia menilai pengelolaan SDM yang profesional akan mendukung perusahaan dalam menjalankan fungsi pelayanan publik sekaligus meningkatkan kinerja organisasi.
Selain aspek manajemen, pertemuan juga membahas tantangan teknis yang dihadapi Perumda Air Minum Kota Makassar, khususnya dalam menjaga ketersediaan sumber air baku.
Andi Taufiq menjelaskan karakteristik Makassar berbeda dengan daerah yang memiliki sumber mata air alami. Kondisi tersebut membuat Perumda Air Minum Makassar membutuhkan strategi teknis dalam memastikan ketersediaan air baku untuk mendukung proses produksi air bersih.
Pengelolaan air baku juga berkaitan dengan berbagai persoalan teknis, termasuk kondisi saluran irigasi dan sedimentasi yang dapat memengaruhi proses pengambilan serta pengolahan air.
Menurutnya, tantangan pengelolaan perusahaan air minum berbeda-beda di setiap daerah. Karena itu, pengalaman masing-masing daerah dapat menjadi referensi untuk memperkuat tata kelola perusahaan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kunjungan tersebut, pengalaman Perumda Air Minum Kota Makassar diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi DPRD Kota Palopo dalam mendorong peningkatan kinerja dan pelayanan perusahaan air minum di daerahnya.














