KataKerja.id, BERITA – Sulawesi Selatan mempunyai udang endemik yang masuk ke dalam daftar spesies kritis yang terancam punah. Salah satunya adalah spesies udang harlequin Caridina woltereckae.
peneliti Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Daisy Wowor mengatakan, perpaduan coraknya yang cantik dengan dominasi merah marun dan putih menjadikan spesies ini banyak diburu oleh para pedagang ikan hias.
Daisy menemukan spesies udang endemik danau Towuti, Sulawesi selatan ini pada tahun 2009 silam. “Caridina adalah nama genus sedangkan nama spesies woltereckae adalah penghormatan untuk jasa peneliti udang-udangan, Eva Woltereck,” jelas Daisy, dirilis KataKerja.id dari laman resmi LIPI, Senin (7/9/2020).
Daisy juga menemukan beberapa jenis udang hias lainnya seperti Caridina mahalona di kompleks danau Malili, Sulawesi Selatan dan Caridina longidigita di danau Poso, Sulawesi Tengah. “Danau Towuti merupakan danau purba yang terbentuk akibat proses tektonik yang bersifat oligotrofik. Karakter danau oligotrofik yang memiliki air jernih, miskin zat hara, namun kandungan oksigen memadai menjadi ekosistem yang tepat untuk beberapa spesies flora dan fauna endemik.”
International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah memasukkan Caridina woltereckae ke dalam daftar merah spesies terancam punah. “Selain faktor manusia, banyaknya ikan invasif yang ada dan memburuknya kualitas habitat danau semakin memperparah kondisi keberadaan udang hias endemik ini,” terang Daisy.
LIPI selaku otoritas ilmiah pemberian data dan timbangan ilmiah konservasi keanekaragaman hayati menjadikan Caridina woltereckae sebagai salah satu ikon seri perangko satwa nusantara dalam rangka peringatan 125 tahun Museum Zoologi Bogor. Bersama dengan instansi terkait seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehuatanan serta Kementerian Kelautan dan Perikanan, LIPI terus berupaya menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati dari kepunahan.














