Jenazah salah satu korban pesawat nahas ATR 42-500 tiba di Bandara Sultan Hasanuddin untuk selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara, Jumat, 23 Januari 2026. (Dok. Basarnas)

Seluruh Korban Kecelakaan ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Ditemukan, Proses Identifikasi Berlangsung

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.co.id, BERITA — Seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Penemuan korban ke-9 dan ke-10 menandai selesainya proses pencarian terhadap seluruh awak dan penumpang pesawat milik Indonesia Air Transport yang jatuh di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan.

Pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan melalui skema carter oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu sebelumnya dilaporkan hilang kontak di wilayah udara Maros pada Sabtu siang pekan lalu.

Sehari setelahnya, lokasi jatuhnya pesawat dipastikan berada di kawasan pegunungan Gunung Bulusaraung yang memiliki medan terjal dan sulit dijangkau.

Berdasarkan manifes penerbangan, total terdapat 10 orang di dalam pesawat, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. Tiga penumpang tersebut merupakan pegawai KKP yang sedang menjalankan tugas patroli dan pengawasan kelautan melalui jalur udara, yakni Ferry Irawan, Deden Maulana, dan Yoga Naufal.

Sementara tujuh awak pesawat terdiri atas pilot Captain Andi Dahananto, kopilot Muhammad Farhan Gunawan, Flight Operation Officer (FOO) Hariadi, dua Engineer on Board (EOB) Resti Ad dan Dwi Murdiono, serta dua pramugari Florencia Lolita Wibisono dan Esther Aprilita.

Tim SAR menemukan dua korban terakhir di area yang tidak jauh dari titik penemuan enam korban sehari sebelumnya. Korban kesepuluh ditemukan pada Jumat pagi, 23 Januari 2026 di kawasan jurang dengan kondisi jenazah tidak utuh.

Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa jenazah ditemukan dalam kondisi tidak lengkap, sehingga proses identifikasi akan sepenuhnya dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Kondisi serupa juga dialami sejumlah korban lain yang sebelumnya ditemukan di lereng gunung. Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muh Arif Anwar, menjelaskan beberapa jenazah ditemukan dalam bagian tubuh terpisah, sehingga membutuhkan pemeriksaan forensik mendalam untuk memastikan identitas.

Sebagian jenazah telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar, sementara sisanya dievakuasi bertahap melalui Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros.

Proses evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta medan ekstrem di lokasi jatuhnya pesawat.

Hingga kini, dua korban telah teridentifikasi, yakni Deden Maulana dan pramugari Florencia Lolita Wibisono. Identitas lengkap seluruh korban akan diumumkan secara resmi oleh Tim DVI Dokkes Polda Sulawesi Selatan setelah seluruh proses identifikasi selesai.

Peristiwa kecelakaan ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, mengingat medan lokasi kejadian yang sulit serta kondisi korban yang memerlukan penanganan identifikasi khusus.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami