KataKerja.co.id, BERITA — Rusia kembali meluncurkan serangan rudal dan pesawat tanpa awak (drone) secara masif ke ibu kota Ukraina, Kyiv, serta wilayah sekitarnya.
Serangan besar-besaran ini dilaporkan menewaskan empat orang dan melukai lebih dari 60 warga sipil. Langkah ini diambil Moskow sebagai bentuk retaliasi atas serangan Ukraina di wilayah timur yang kini diduduki Rusia.
Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa mereka telah menembakkan rudal balistik hipersonik Oreshnik dalam operasi semalam.
Ini merupakan kali ketiga senjata berkemampuan nuklir tersebut digunakan sepanjang konflik yang telah memasuki tahun keempat ini.
Selain Oreshnik, Rusia juga mengerahkan rudal balistik Iskander, rudal hipersonik Kinzhal, rudal penjelajah Tsirkon, serta gelombang drone.
Ledakan mulai terdengar di Kyiv tak lama setelah pukul 01.00 dini hari waktu setempat, menyusul peringatan dari Angkatan Udara Ukraina mengenai potensi peluncuran rudal hipersonik oleh Rusia.
Menurut otoritas militer Ukraina, total logistik tempur yang dikerahkan Rusia mencakup 600 unit drone penyerang dan 90 rudal yang diluncurkan dari udara, laut, dan darat.
Sistem pertahanan udara Ukraina dilaporkan berhasil melumpuhkan dan mengacak sinyal (jamming) 549 drone serta 55 rudal. Sementara itu, 19 rudal lainnya gagal mencapai target yang ditentukan.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengonfirmasi dua korban jiwa dan 56 warga luka-luka di wilayah ibu kota. Sementara itu, kepala daerah penyangga Kyiv melaporkan dua korban tewas tambahan dan sembilan orang luka-luka di wilayahnya.
Kepala Administrasi Militer Kyiv, Tymur Tkachenko, menyatakan lewat unggahan Telegram bahwa kerusakan terdeteksi di 40 titik yang tersebar di beberapa distrik.
Infrastruktur yang terdampak meliputi bangunan tempat tinggal, perkantoran, pertokoan, lobi stasiun metro, hingga sebuah kantor pos di Independence Square.
“Ibu kota telah menjadi target serangan rudal balistik massal,” ujar Tkachenko.
Skenario serangan ini sebenarnya telah diantisipasi. Pemerintah Ukraina dan Kedutaan Besar Amerika Serikat sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini pasca-ancaman Moskow yang bersumpah akan “menghukum” pihak di balik serangan mematikan di wilayah pendudukan Luhansk.
Sebelumnya, serangan pesawat tanpa awak milik Ukraina menghantam sebuah asrama perguruan tinggi di Starobilsk, wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia.
Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 18 orang, melukai 42 lainnya, dan sempat menjebak sejumlah warga di bawah reruntuhan.
Sebagai informasi, rudal Oreshnik merupakan salah satu senjata mutakhir yang dibanggakan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dengan kecepatan yang diklaim mencapai lebih dari 10 kali kecepatan suara, Moskow mengeklaim bahwa rudal ini mustahil untuk dicegat oleh sistem pertahanan udara konvensional saat ini.














