KataKerja.co.id, BERITA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis berbagai spekulasi yang beredar terkait isu pergantian dirinya dari jabatan Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih.
Purbaya menegaskan hingga saat ini dirinya tetap menjalankan tugas sebagai bendahara negara dan tidak memiliki rencana untuk mundur dari kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat menghadiri konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026. Dengan gaya santainya, ia menegaskan komitmennya untuk tetap bekerja sesuai arahan Presiden.
“Kami ikut perintah Bapak Presiden. Jadi, komitmennya kuat, maju terus. Mundur juga maju kita,” kata Purbaya sambil berkelakar.
Rumor mengenai pergantian Menteri Keuangan mencuat setelah Purbaya menghadiri Rapat Paripurna DPR RI terkait revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) pada Kamis, 4 Juni 2026.
Dalam berbagai spekulasi yang beredar, nama mantan Menteri Keuangan periode 2013–2014, Muhammad Chatib Basri, disebut-sebut sebagai kandidat pengganti. Selain itu, nama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga turut muncul dalam berbagai rumor yang berkembang di ruang publik.
Menanggapi isu tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi turut memberikan klarifikasi dan memastikan bahwa pemerintah tidak memiliki agenda pergantian Menteri Keuangan dalam waktu dekat.
Prasetyo mengatakan fokus pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui koordinasi yang erat antarotoritas ekonomi, bukan membahas pergantian pejabat kabinet.
“Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau. Tidak ada, tidak ada rencana pergantian,” kata Prasetyo saat memberikan keterangan kepada media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan ataupun keputusan terkait pergantian Purbaya dari posisi Menteri Keuangan.
“Jadi, belum ada rencana ini,” pungkasnya.
Menurut Prasetyo, tantangan ekonomi global dan domestik yang dihadapi Indonesia saat ini justru membutuhkan sinergi yang kuat antarinstansi ekonomi negara.
Karena itu, pemerintah lebih memprioritaskan penguatan koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian guna menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Justru yang sekarang kita perlukan adalah saling koordinasi yang keras, yang intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian,” ujar Prasetyo.
Dengan adanya penegasan dari Menteri Keuangan maupun pihak Istana, isu mengenai pengunduran diri atau pergantian Purbaya Yudhi Sadewa untuk sementara dipastikan tidak memiliki dasar kebijakan resmi dari pemerintah.














