Rekayasa Lalu Lintas Festival Singara Bulang (foto:Dok.Dinas Kebudayaan Kota Makassar)

Pemkot Makassar Terapkan Rekayasa Lalin Selama Festival Singara Bulang

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.co.id, BERITA — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perhubungan menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan sekitar Balai Kota selama penyelenggaraan Festival Singara Bulang, agenda budaya yang digelar Dinas Kebudayaan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-418 Kota Makassar.

Pengaturan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran aktivitas warga di pusat kota.

Kepala Dinas Perhubungan Makassar, Muh. Rheza, menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas dilakukan untuk menjaga keselamatan dan ketertiban pengguna jalan.

“Festival Singara Bulang dipusatkan di depan Balai Kota, sehingga kami perlu melakukan rekayasa lalu lintas sementara. Langkah ini dilakukan agar kegiatan tetap tertib dan tidak menimbulkan kemacetan di pusat kota,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah arus kendaraan dialihkan, termasuk dari arah Jalan Riburane yang diarahkan untuk berputar balik serta arus dari Sultan Hasanuddin yang dialihkan ke Jalan Patimura.

Selain pengalihan arus, akses menuju depan Balai Kota ditutup sementara mulai pukul 14.00–23.00 Wita sepanjang pelaksanaan festival.

Dishub menempatkan petugas di titik-titik rekayasa untuk mengatur pergerakan kendaraan dan membantu masyarakat yang melintas.

Warga juga diimbau mengikuti rambu-rambu sementara serta arahan petugas, termasuk memanfaatkan lokasi parkir yang telah disiapkan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Dinas Kebudayaan Makassar memberikan apresiasi atas dukungan Dishub dalam memastikan kelancaran acara.

Kepala Dinas Kebudayaan, Andi Patiware, menyampaikan bahwa dukungan lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan budaya yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas. Ia menekankan bahwa pengaturan lalu lintas mendukung kenyamanan pengunjung festival.

Festival Singara Bulang sendiri menampilkan beragam pertunjukan seni, parade budaya, dan pameran UMKM, yang mencerminkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mempromosikan dan merawat kekayaan budaya Makassar.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang edukasi dan hiburan bagi warga serta menarik kunjungan masyarakat dari berbagai wilayah.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami