KataKerja.co.id, BERITA — Perumda Terminal Makassar Metro berencana memindahkan pedagang Pasar Hobi Toddopuli ke Terminal Regional Daya, Kota Makassar. Relokasi tersebut menjadi bagian dari upaya penataan kawasan sekaligus menghidupkan kembali aktivitas terminal.
Pasar Hobi Toddopuli selama ini dikenal sebagai pusat jual beli hewan peliharaan, ikan hias, burung, hingga perlengkapan hobi di Jalan Toddopuli, Makassar. Di kawasan tersebut juga terdapat pedagang pakan, akuarium, kandang, serta aksesori hewan lainnya.
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengatakan pihaknya telah melayangkan surat peringatan pertama kepada para pedagang di kawasan Pasar Hobi Toddopuli.
“Kita sudah berikan SP1 di Pasar Hobi Toddopuli,” ujar Elber, Jumat, 29 Mei 2026.
Ia menjelaskan proses relokasi dilakukan melalui pendekatan komunikasi dengan pedagang dan pengurus asosiasi. Menurutnya, sebagian pedagang merespons positif rencana tersebut karena tetap disiapkan lokasi pengganti untuk berjualan.
“Alhamdulillah sudah ada komunikasi dengan ketuanya, ketua asosiasinya,” katanya.
Bahkan, pengurus asosiasi disebut telah meninjau langsung area yang disiapkan di Terminal Regional Daya dan menyambut baik rencana tersebut.
“Dia melihat tempat yang ada di Daya, dia syukur,” ujarnya.
Menurut Elber, para pedagang merasa lebih dihargai karena penertiban dilakukan bersamaan dengan solusi relokasi.
“Dia bilang, ‘Bagus ini, kalau teman-teman yang lain dibongkar, tidak ada relokasi. Kalau saya ditertibkan tapi ada solusi di Terminal Daya,’” tuturnya.
Perumda Terminal Makassar Metro mencatat terdapat sekitar 34 pedagang yang saat ini beraktivitas di Pasar Hobi Toddopuli.
Selain kawasan Toddopuli, pihaknya juga berencana menata pedagang ikan hias dan hewan peliharaan di sekitar SPBU Mappaoddang.
“Itu juga rencana kita mau sekalian pindahkan,” ujarnya.
Namun, relokasi di kawasan Mappaoddang disebut masih memerlukan komunikasi lanjutan dengan para pedagang setempat.
Elber mengungkapkan Terminal Mallengkeri sempat dipertimbangkan sebagai lokasi relokasi. Akan tetapi, opsi tersebut dinilai kurang memungkinkan karena kawasan itu sudah dipenuhi aktivitas pasar bongkar muat dan layanan drive thru.
“Kalau di Mallengkeri mungkin agak susah karena sudah masuk pasar bongkar muat atau drive thru,” katanya.
Relokasi Pasar Hobi Toddopuli juga disebut menjadi strategi untuk mengoptimalkan fungsi Terminal Regional Daya yang selama ini dinilai belum berjalan maksimal.
Ke depan, Perumda Terminal Makassar Metro juga ingin memusatkan aktivitas ekspedisi barang di kawasan Terminal Daya. Menurutnya, aktivitas bongkar muat kendaraan ekspedisi di sejumlah ruas jalan dalam kota selama ini banyak dikeluhkan warga.
“Ekspedisi barang itu yang banyak mengganggu, keluhan masyarakat di Ujung Tanah, Tallo, Wajo, Jalan Kalimantan, sampai Bontoala,” ujarnya.
Ia menilai kendaraan besar milik perusahaan ekspedisi sering menimbulkan kemacetan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Perumda Terminal Makassar Metro disebut telah menjalin komunikasi dengan Organda dan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) terkait rencana penataan tersebut.
“Organda dengan ALFI kita sudah intens melakukan pertemuan,” katanya.
Koordinasi juga dilakukan bersama sejumlah camat di wilayah utara Kota Makassar untuk mendata aktivitas ekspedisi di masing-masing wilayah.
Perumda Terminal Makassar Metro berencana melakukan sosialisasi bertahap kepada pelaku usaha dan masyarakat terkait rencana relokasi dan penataan kawasan tersebut.














