(Foto: Dok. Humas PDAM Kota Makassar)

PDAM Makassar Usulkan Bendung Karet di Sungai Tello dan Pemanfaatan Air Bendungan Nipa-Nipa

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.co.id, BERITA — Perumda Air Minum Kota Makassar mendorong pemerintah pusat memperkuat infrastruktur sumber air baku sebagai langkah jangka panjang menghadapi potensi krisis air bersih. Salah satunya melalui pembangunan bendung karet di sekitar Sungai Tello serta pemanfaatan air Bendungan Nipa-Nipa di Kecamatan Manggala.

Usulan tersebut disampaikan Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, saat melakukan pemaparan dan koordinasi di Kantor Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah, Sekretariat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI, Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Andi Syahrum diterima Rani Charisma Dewi dan Rethon Muliana Canopy yang mewakili Kepala Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah Kementerian PU RI.

Andi menjelaskan, pembangunan bendung karet di Sungai Tello diperlukan untuk membantu mengendalikan kadar total dissolved solids (TDS) di sekitar kawasan pompa Manggala. Menurutnya, kadar TDS yang tinggi dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kinerja pompa maupun proses pengolahan air baku.

“Yang pertama adalah bagaimana bisa ada bendung karet di Sungai Tello supaya tingkat TDS di daerah pompa Manggala ini bisa kita minimalisir, sehingga pompa kita bisa berjalan dengan baik,” kata Andi.

Selain pembangunan bendung karet, PDAM Makassar juga mengusulkan agar air dari Bendungan Nipa-Nipa dapat dimanfaatkan sebagai tambahan sumber air baku untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Manggala.

“Kemudian yang kedua, bagaimana kami bisa difasilitasi menggunakan air yang ada di Bendungan Nipa-Nipa untuk dialirkan ke Instalasi Manggala supaya debit kita bisa bertambah,” ujarnya.

Menurut Andi, tambahan pasokan dari Bendungan Nipa-Nipa berpotensi meningkatkan volume air baku yang dapat diolah sekaligus memperkuat kemampuan distribusi air kepada pelanggan.

Ia menilai kombinasi pembangunan bendung karet dan pemanfaatan sumber air bendungan dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengurangi risiko gangguan pasokan air bersih, terutama pada wilayah yang selama ini membutuhkan dukungan distribusi.

“Dampaknya, krisis air bersih di Kota Makassar itu bisa diselesaikan dengan baik, terutama untuk air bersih di enam kecamatan. Sehingga kita tidak perlu lagi was-was atau khawatir jika terjadi musim kemarau,” katanya.

Andi juga berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat mulai direalisasikan pada musim kemarau. Dengan demikian, dampak dan manfaat pembangunan dapat segera dievaluasi di tengah kondisi debit air yang sedang menghadapi tekanan.

“Apalagi kegiatan ini bisa dikerjakan di musim kemarau, bisa kita lihat hasilnya,” tambahnya.

Dorong Pemerintah Pusat Ambil Peran

Andi mengungkapkan, usulan pembangunan bendung karet dan pemanfaatan air Bendungan Nipa-Nipa belum pernah diajukan oleh jajaran direksi sebelumnya. Ia menilai pembangunan infrastruktur tersebut berada pada ranah pemerintah sehingga membutuhkan dukungan dan fasilitasi dari pemerintah pusat.

“Belum pernah. Karena sebenarnya ini adalah proyek yang mestinya di tingkat pemerintahan, bukan di PDAM yang mengerjakan atau meneruskan atau berkomunikasi dengan kementerian,” jelasnya.

Meski demikian, Andi Syahrum mengambil inisiatif untuk berkoordinasi langsung dengan pemerintah pusat. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan infrastruktur sumber air baku Kota Makassar dapat disampaikan secara langsung kepada pihak yang memiliki kewenangan.

Ia berharap hasil koordinasi dengan Kementerian PU RI dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kota Makassar dan Dewan Pengawas Perumda Air Minum dalam menentukan langkah tindak lanjut.

“Kami mengambil inisiatif ini supaya bisa menjadi bahan masukan kepada KPM dan Ketua Dewas juga selaku Sekda untuk bagaimana menindaklanjuti apa-apa yang telah kami berikan bahan-bahannya,” pungkasnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Perumda Air Minum Kota Makassar dalam memperkuat ketahanan sumber air baku sekaligus mencari solusi jangka panjang terhadap ancaman kekeringan. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, kapasitas produksi dan distribusi air diharapkan dapat semakin kuat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Makassar secara berkelanjutan.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami