(Foto: Dok. Humas PDAM Kota Makassar)

PDAM Makassar Tambah Debit Air dan Perluas Sambungan Pipa untuk Wilayah Utara

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.co.id, BERITA — Upaya Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar mengatasi krisis air bersih di wilayah utara kota mulai menunjukkan hasil. Selain menambah pasokan debit air baku, perusahaan juga menyiapkan perluasan jaringan distribusi serta pemasangan sambungan rumah bagi masyarakat yang selama ini belum terlayani.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkurade, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, agar persoalan distribusi air bersih segera ditangani.

“Selama ini apa yang disampaikan dan diperintahkan Pak Wali Kota kepada kami selaku Plt direksi, kami tindak lanjuti. Terbukti kami kerjakan kebutuhan air bersih,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, PDAM mulai melakukan uji coba pengoperasian pompa intake yang mengambil air baku dari Waduk Nipah-Nipah melalui jalur Manggala pada Selasa (30/6/2026). Pengoperasian pompa ini diproyeksikan mampu menambah debit air sekitar 300 liter per detik sehingga distribusi ke wilayah utara Kota Makassar dapat meningkat secara signifikan.

“Hari ini kami melakukan uji coba pengoperasian pompa intake. Mudah-mudahan dapat menambah debit air untuk wilayah utara, termasuk Kerung-Kerung dan sekitarnya,” ujar Andi Syahrum.

Menurutnya, salah satu penyebab berkurangnya pasokan air ke wilayah utara selama ini adalah tidak beroperasinya salah satu pompa sejak sekitar Oktober 2025. Kondisi tersebut menyebabkan debit air menuju kawasan utara terus menurun, terutama saat musim kemarau.

“Inilah yang kami temukan. Seharusnya pompa itu tetap berjalan sambil menunggu pompa yang baru.”

“Karena berdasarkan informasi, sejak Oktober 2025 pompa tersebut tidak lagi beroperasi. Ini yang mengganggu pasokan air ke wilayah utara dan Kerung-Kerung,” sambungnya.

Selain mengoperasikan pompa baru, PDAM juga masih melakukan pengerukan saluran air baku dari kawasan Manggala menuju Waduk Nipah-Nipah untuk memperlancar aliran air dan meningkatkan kualitas distribusi.

Selama proses perbaikan jaringan distribusi utama maupun ketika terjadi gangguan operasional akibat kerusakan pipa dan pemadaman listrik, PDAM tetap menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki secara bergilir ke wilayah terdampak.

“Selama ini kami juga, mengantisipasi dengan mengantarkan air menggunakan mobil tangki, kepada pelanggan yang belum mendapatkan suplai,” jelasnya.

“Namun tentu sifatnya masih terbatas. Harapan kami, dengan beroperasinya pompa ini, distribusi air kembali normal dan keluhan pelanggan dapat berkurang,” tambah Syahrum.

Andi Syahrum menegaskan, peningkatan debit air menjadi dasar bagi PDAM untuk memperluas jaringan distribusi sekaligus melaksanakan program pemasangan sambungan rumah gratis sesuai kebijakan Pemerintah Kota Makassar.

“Termasuk program pemasangan sambungan gratis sesuai Peraturan Wali Kota. Air bakunya harus dipastikan tersedia terlebih dahulu, kemudian baru kita sambungkan ke rumah-rumah warga,” tegasnya.

Ia menambahkan, proses uji coba dan pengawalan operasional pompa akan berlangsung selama beberapa hari ke depan guna memastikan seluruh sistem berjalan optimal tanpa kendala.

“Sehingga, dapat terpenuhi secara bertahap, sekaligus mendukung peningkatan layanan air minum bagi warga Makassar, di wilayah yang membutuhkan,” ungkapnya.

Andi Syahrum menjelaskan, PDAM tidak hanya mengandalkan satu langkah dalam mengatasi krisis air bersih di wilayah utara Kota Makassar. Perusahaan saat ini menjalankan tiga strategi utama secara bersamaan untuk mempercepat normalisasi layanan.

“Jadi, dalam mengantisipasi krisis air bersih di Kota Makassar ini, kami tidak hanya punya satu solusi, tetapi tiga solusi yang dijalankan secara paralel,” sebut Andi Syahrum.

Strategi pertama adalah mengoperasikan kembali pompa intake yang mengambil air baku dari Waduk Nipah-Nipah melalui jalur Manggala. Pompa tersebut diproyeksikan mampu menambah debit air sekitar 300 liter per detik sehingga suplai ke wilayah utara, termasuk kawasan Kerung-Kerung, meningkat.

Strategi kedua dilakukan melalui penyambungan jaringan pipa dari kawasan Maccini Sombala menuju wilayah yang selama ini mengalami kekurangan pasokan. Jalur tersebut dipilih karena memiliki debit air yang lebih besar sehingga dapat memperkuat distribusi ke wilayah utara.

“Yang kedua adalah penyambungan pipa dari Macini Sombala. Di sana debit airnya cukup besar, sehingga bisa membantu menambah pasokan ke wilayah utara dan Kerung-Kerung,” jelasnya.

Sementara strategi ketiga adalah pengerukan saluran air baku yang menghubungkan kawasan Manggala hingga Waduk Nipah-Nipah. Pengerukan dilakukan untuk memperlancar aliran air menuju instalasi pengolahan sehingga kapasitas produksi air bersih dapat meningkat.

Menurut Andi Syahrum, pekerjaan tersebut menjadi salah satu langkah paling penting karena saluran air baku telah mengalami pendangkalan selama puluhan tahun.

“Menurut informasi warga di sekitar lokasi, saluran air baku itu terakhir dikeruk sekitar tahun 1979. Artinya, hampir 50 tahun baru kali ini dilakukan pengerukan kembali. Ini menjadi salah satu langkah penting untuk memperlancar aliran air baku,” terangnya.

Ia optimistis kombinasi tiga strategi tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pelayanan PDAM, mengurangi keluhan pelanggan, serta mempercepat pemulihan distribusi air bersih di wilayah utara Kota Makassar yang selama ini kerap mengalami krisis pasokan, terutama saat musim kemarau.

“Selain meningkatkan debit air, kami Plt Direksi PDAM juga menargetkan perluasan jaringan distribusi dan pemasangan sambungan rumah bagi masyarakat yang selama ini belum terlayani, seiring membaiknya ketersediaan air baku,” tukasnya.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami