Para penggiat literasi dari Pohon Pustaka dan anak-anak desa - (istimewa)

Mencintai Literasi dan Indonesia Ala Pohon Pustaka

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.idBERITA – Para pengiat literasi yang tergabung dalam Pohon Pustaka tak pernah kehabisan akal dalam menyebarkan virus budaya baca.

Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan pelbagai tatanan dalam masyarakat membuat Lapak Baca Merdeka (LBM) yang merupakan salah satu program Pohon Pustaka setiap Agustus untuk merayakan kemerdekaan Indonesia, tahun ini  terpaksa tak bisa dilaksanakan.

Meski demikian, sebagai lembaga sosial berbentuk komunitas literasi yang memiliki komitmen ke-Indonesia-an, Pohon Pustaka pun meyakini untuk tetap mewujudkan kecintaannya pada literasi dan Indonesia.

Karena LBM tak bisa dilangsungkan, Pohon Pustaka pun memutuskan menggelar kegiatan perayaan “Tujuhbelasan” berupa program ‘Touring Adventure Pustaka Bergerak’.

Dengan berkendara sepeda motor, para pegiat literasi Pohon Pustaka mengunjungi salah satu desa terjauh di Kabupaten Enrekang yakni Desa Latimojong.

Menurut Direktur Pohon Pustaka, Darwin, kegiatan ini berlangsung efektif. “Kita membawa buku-buku agar anak-anak tetap bisa membaca. Sejak sekolah diliburkan, tidak semua anak bisa belajar efektif dengan metode daring atau luring, terutama di pedesaan yang memiliki infrastruktur komunikasi belum memadai. Karenanya kita yakin anak-anak butuh bahan bacaan,” kata Darwin.

Sementara itu, Program Manager Pohon Pustaka, Darmadi H. Tariah, menambahkan, Touring Adventure Pustaka Bergerak (TAPB) sejatinya memiliki semangat yang sama dengan LBM. “Salah satu esensi kemerdekaan adalah terbebas dari kebodohan, memiliki akses terhadap pengetahuan dan membaca buku adalah salah satu cara terbaiknya. Makanya kita menggelar LBM ataupun TAPB. Kita merayakan Tujuhbelasan bersama masyarakat, Bangsa Indonesia,”  tutur Darmadi.

Salah satu tantangan kegiatan ini lanjutnya, adalah beratnya medan perjalanan ke lokasi. Meskipun akses jalan kurang baik, dimana sebagian masih berupa jalan tanah berlumpur, justru menjadi tantangan yang menyenangkan bagi Muhammad Yusran Yusuf, salah seorang pegiat Pohon Pustaka. “Saya senang dengan kondisi jalan ke lokasi, seperti melakukan touring trail adventure,” kata Yusran.

Menurut Yusran, bukan hanya perjalanannya yang menyenangkan, tetapi inti dari kegiatan ini ketika berinteraksi dengan anak-anak di Dusun Dante Lemo lebih menyenangkan lagi.

Tiga pegiat Pohon Pustaka dengan cekatan melayani anak-anak beberapa saat setibanya rombongan TAPB di Desa Latimojong. Andin, Ibrahim, dan Yusran meluangkanwaktu membantu anak-anak mengeja bacaannya. Mereka juga sibuk mencatat judul-judul buku yang dipinjam ibu-ibu dan para remaja untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing.

Darwin menuturkan bahwa program ini akan terus berlangsung, setidaknya hingga anak-anak kembali bersekolah nantinya. “Kita akan kembali lagi ke Desa Latimojong membawa buku-buku berbeda setidaknya dua minggu sekali. Selain menyediakan bacaan, kedepannya kita ingin berbagi peristiwa bersama anak-anak, mungkin dengan permainan-permainan mengadopsi model-model kelas inspirasi,” kata Darwin.

Direktur Pohon Pustaka ini menambahkan bahwa TAPB bukan bermaksud untuk menggantikan kelas sekolah, sebab ini dua hal yang berbeda, tetapi menghadirkan ruang dan suasana bermain anak-anak yang dilengkapi dengan bacaan-bacaan. (rls)

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami