Politikus PDIP Deddy Sitorus.

Deddy Sitorus Dilaporkan ke MKD DPR, Wartawan Persoalkan Ucapan “Gerombolan Sirkus”

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.co.id, BERITA — Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI pada Jumat, 31 Juli 2026. Laporan tersebut berkaitan dengan pernyataannya yang dinilai merendahkan profesi wartawan.

Laporan diajukan oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP). Wakil Ketua Bidang Administrasi KWP, Erwin Syahputra Siregar, mengatakan pihaknya melaporkan Deddy setelah yang bersangkutan dinilai tidak memiliki iktikad untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

“Hari ini yang kami antarkan surat laporan, karena kami sudah meminta kepada beliau untuk melakukan permintaan maaf secara terbuka, namun beliau menyatakan tidak akan mau melakukan permintaan maaf,” ujar Erwin usai membuat laporan di MKD DPR RI.

Menurut Erwin, laporan tersebut telah teregistrasi dengan Nomor Pengaduan 78. Deddy dilaporkan atas dugaan pelanggaran kode etik terkait ucapan yang disampaikan dalam rapat Komisi II DPR RI bersama Menteri Dalam Negeri pada Kamis (30/7/2026).

Ucapan yang dipersoalkan adalah penggunaan istilah “sirkus” yang dinilai mengarah kepada wartawan yang tengah melakukan peliputan di ruang rapat.

Erwin mengatakan pihaknya turut menyerahkan sejumlah bukti kepada MKD, termasuk rekaman video pernyataan yang menjadi dasar laporan.

“Beberapa video pernyataan teman-teman TV yang ada kami lampirkan juga. Jadi tadi surat laporan dan keduanya ada flashdisk,” jelasnya.

KWP Minta MKD Tindaklanjuti Laporan

Erwin berharap MKD DPR RI dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut meskipun DPR sedang memasuki masa reses.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga martabat profesi wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik di lingkungan parlemen.

“Tujuan kami sebagai pengurus tidak ada niat yang lain, hanya untuk melindungi semua anggota wartawan, anggota KWP yang liputan di sini agar ke depannya tidak lagi dianggap sebelah mata ataupun dihina seperti itu,” tutur Erwin.

Erwin juga mempersilakan Deddy Sitorus memberikan penjelasan dan pembelaan dalam forum sidang etik MKD DPR RI.

“Iya, kalau terkait dengan bantahannya Pak Deddy, ya silakan nanti di MKD saja,” pungkasnya.

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan

Sebelumnya, Deddy Sitorus telah memberikan klarifikasi terkait tudingan dirinya menghina profesi wartawan dengan menyebut istilah “gerombolan sirkus”.

Deddy menegaskan dirinya menghormati profesi wartawan dan peran pers sebagai salah satu pilar penting dalam kehidupan demokrasi.

Menurut Deddy, pernyataan tersebut sebenarnya ditujukan untuk menggambarkan kondisi ruang rapat yang dipenuhi orang-orang yang berdiri dan bergerombol, bukan kepada wartawan secara khusus.

“Pimpinan, mohon ruangan ditertibkan, banyak sekali yang berdiri di sini, padahal ada ruangan balkon di atas. Sudah seperti sirkus kita ini,” kata Deddy sebagaimana dikutip dalam klarifikasinya.

Ia menegaskan pernyataan tersebut tidak ditujukan kepada wartawan maupun kelompok atau individu tertentu.

Deddy juga menyatakan hal tersebut dapat dibuktikan melalui rekaman video rapat serta keterangan peserta yang hadir dalam rapat Komisi II DPR RI.

Deddy Siap Beri Klarifikasi

Deddy menegaskan dirinya tidak pernah menghalangi wartawan dalam menjalankan tugas peliputan. Menurutnya, rapat kerja Komisi II bersama pemerintah bersifat terbuka dan dapat dihadiri wartawan maupun masyarakat.

Ia juga membuka ruang untuk memberikan klarifikasi melalui Dewan Pers apabila masih terdapat keraguan mengenai maksud pernyataannya.

“Namun, saya menegaskan bahwa tidak pernah ada niat ataupun kata-kata dari saya yang dapat diasumsikan sebagai bentuk merendahkan atau menghina profesi wartawan,” tegasnya.

Kini, laporan terhadap Deddy Sitorus akan menjadi kewenangan MKD DPR RI untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan etik yang berlaku.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami