KataKerja.co.id, BERITA — Kota Makassar kembali menegaskan posisinya sebagai kota dengan inovasi pelayanan publik terdepan di Indonesia.
Dua program unggulan Pemerintah Kota Makassar—LONTARA+ dan Makassar Creative Hub (MCH)—berhasil mengantarkan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meraih penghargaan nasional pada ajang CNN Indonesia Award 2025 di Jakarta.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Munafri Arifuddin pada malam penganugerahan yang berlangsung di Grand Ballroom The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat, 31 Oktober 2025.
Direktur CNN Indonesia, Titin Rosmasari, menyerahkan penghargaan kategori Smart City Leadership in Integrated Public Service Innovation, sebagai bentuk apresiasi terhadap keberhasilan Makassar dalam mengembangkan sistem pelayanan publik yang modern, efisien, dan terintegrasi.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan utama adalah LONTARA+ (Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar), sebuah SuperApps yang mengintegrasikan 358 layanan publik dari seluruh SKPD ke dalam satu platform terpadu.
Layanan tersebut mencakup administrasi kependudukan, perizinan usaha, bantuan sosial, pendidikan, pengaduan infrastruktur, hingga integrasi layanan publik real time.
LONTARA+ dinilai sebagai simbol transformasi digital Kota Makassar dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, responsif, dan berbasis teknologi.
Selain itu, inovasi Makassar Creative Hub (MCH) turut memberikan kontribusi besar dalam mengantarkan Kota Makassar meraih penghargaan di ajang bergengsi ini.
Program kolaboratif tersebut dianggap mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan membuka ruang inovasi bagi generasi muda di Kota Makassar.
Dalam kesempatan itu, Munafri menyampaikan apresiasi atas kerja kolektif seluruh jajaran Pemkot Makassar.
“Alhamdulillah, tentu kita sangat gembira dan senang. Ini buah dari hasil kerja sama tim di lingkup Pemkot Makassar, baik seluruh SKPD maupun dukungan masyarakat,” ujarnya usai menerima penghargaan.
Ia menegaskan bahwa dua penghargaan ini merupakan buah dari terobosan pelayanan publik digital yang mempermudah akses masyarakat.
Munafri menjelaskan bahwa fase awal pengembangan LONTARA+ difokuskan pada percepatan layanan pengaduan masyarakat, sehingga setiap keluhan dapat direspons kurang dari 24 jam oleh perangkat daerah terkait.
Pendekatan ini diyakini mampu memperkuat kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sekaligus memastikan penyelesaian masalah berjalan lebih efektif.
Melalui torehan ini, Kota Makassar semakin memperkokoh identitasnya sebagai kota berorientasi teknologi dan inovasi, sekaligus memperlihatkan komitmen kuat dalam mewujudkan konsep Smart City yang berkelanjutan.
Kehadiran Munafri dalam ajang tersebut turut didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem.














