KataKerja.id, BERITA – Kebakaran hutan yang melanda Los Angeles, California, Amerika Serikat sejak Selasa 7 Januari 2025 menyebabkan kehancuran masif dan memicu kerugian sangat besar.
Berdasarkan analisis perusahaan AccuWeather, total kerugian kini ditaksir telah mencapai angka 150 miliar USD atau sekitar Rp2.430 triliun.
Sementara itu, hingga Jumat 11 Januari 2025, sebanyak 10 orang dilaporkan meninggal dunia dalam dalam tragedi yang disebut sebagai kebakaran terburuk dalam sejarah California itu.
Kebakaran dahsyat ini juga menyebabkan lebih dari 9.000 bangunan terbakar dan sekitar 200 ribu penduduk mengungsi.
Ribuan petugas pemadam kebakaran yang dikerahkan belum berhasil mengatasi kebakaran yang masih terus meluas dan diduga dipicu kombinasi cuaca yang sangat kering dan hembusan angin lepas pantai yang kuat, yang dikenal sebagai angin Santa Ana.
Santa Ana adalah sebagai fenomena cuaca musiman yang sering kali terjadi pada bulan-bulan musim gugur dan musim dingin di California.
Musim dingin biasanya merupakan periode saat kelembapan rendah dan tekanan tinggi di Great Basin lebih umum terjadi dan menciptakan kondisi yang memicu hembusan angin kencang ke arah barat daya.
Dalam tengah kondisi itu, kombinasi antara angin kencang, vegetasi kering, dan percikan api akibat aktivitas manusia atau listrik dapat menjadi bencana bagi kebakaran besar.














