Ilustrasi (foto: pixabay)

Harga Emas Turun Rp61 Ribu dalam Sepekan, Sentuh Rp2,738 Juta per Gram pada Awal Juni 2026

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.co.id, BERITA — Pergerakan harga emas pada pekan pertama Juni 2026 menunjukkan tren pelemahan. Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas tercatat mengalami penurunan sebesar Rp61.000 per gram dalam kurun waktu satu pekan.

Pada awal pekan, Senin, 1 Juni 2026, harga emas berada di level Rp2.799.000 per gram. Angka tersebut sekaligus menjadi posisi tertinggi selama periode sepekan terakhir.

Memasuki perdagangan Selasa, 2 Juni 2026, harga emas turun Rp25.000 menjadi Rp2.774.000 per gram. Harga tersebut bertahan tanpa perubahan hingga Rabu, 3 Juni 2026.

Tren penurunan kembali berlanjut pada Kamis, 4 Juni 2026, ketika harga emas melemah ke level Rp2.759.000 per gram. Meski sempat mengalami pemulihan pada Jumat, 5 Juni 2026, dengan kenaikan menjadi Rp2.770.000 per gram, penguatan tersebut tidak berlangsung lama.

Pada Sabtu, 6 Juni 2026, harga emas kembali terkoreksi cukup dalam dan turun ke level Rp2.738.000 per gram. Posisi ini menjadi harga terendah selama pekan pertama Juni 2026.

Secara keseluruhan, harga emas telah mengalami penurunan sebesar Rp61.000 per gram dibandingkan posisi awal pekan. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan pada pasar logam mulia setelah sempat mencatatkan harga yang relatif tinggi di awal Juni.

Berikut pergerakan harga emas selama sepekan:

• Senin, 1 Juni 2026: Rp2.799.000 per gram
• Selasa, 2 Juni 2026: Rp2.774.000 per gram
• Rabu, 3 Juni 2026: Rp2.774.000 per gram
• Kamis, 4 Juni 2026: Rp2.759.000 per gram
• Jumat, 5 Juni 2026: Rp2.770.000 per gram
• Sabtu, 6 Juni 2026: Rp2.738.000 per gram

Penurunan harga emas ini menjadi perhatian para investor yang menjadikan logam mulia sebagai instrumen lindung nilai maupun investasi jangka panjang.

Meski mengalami koreksi dalam jangka pendek, pergerakan harga emas ke depan masih akan dipengaruhi oleh berbagai faktor global, termasuk kondisi ekonomi internasional, pergerakan dolar AS, serta kebijakan suku bunga bank sentral dunia.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami