Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Andi Syahrum, saat Dialog Luar Studio RRI Pro 1 Makassar yang digelar di Kantor Kelurahan Cambayya, Kecamatan Ujung Tanah, Jalan Barukang Utara, Makassar, Selasa, 21 Juli 2026. (Foto: Dok. Humas PDAM Kota Makassar)

Hadapi Krisis Air, Andi Syahrum Ungkap Tiga Langkah PDAM Makassar Pulihkan Distribusi hingga Wilayah Utara

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.co.id, BERITA — Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Andi Syahrum, memaparkan berbagai langkah strategis yang dilakukan untuk mengatasi krisis air bersih sekaligus memperluas pemerataan distribusi hingga ke wilayah utara dan timur Kota Makassar.

Paparan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam Dialog Luar Studio RRI Pro 1 Makassar yang digelar di Kantor Kelurahan Cambayya, Kecamatan Ujung Tanah, Selasa (21/7/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Camat Ujung Tanah Andi Unru, pengamat kebijakan publik Muhammad Kafrawi Saenong, pemerintah setempat, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta warga.

Mengawali pemaparannya, Andi Syahrum mengatakan tantangan pertama yang dihadapi setelah dipercaya memimpin PDAM adalah krisis distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kota Makassar, khususnya kawasan utara.

“Saat saya mulai menjalankan tugas, persoalan pertama yang harus kami hadapi adalah krisis air bersih di beberapa wilayah. Banyak masyarakat menyampaikan air tidak lagi mengalir, terutama di kawasan utara Kota Makassar,” katanya.

Ia menegaskan persoalan tersebut tidak bisa hanya dijelaskan dengan alasan menurunnya debit air baku, melainkan harus diselesaikan melalui langkah nyata.

“Kalau setiap kali masyarakat mengeluh lalu kita hanya mengatakan debit air menurun, padahal saat musim hujan pun air tetap tidak mengalir, tentu itu bukan solusi. Tugas kami adalah mencari jalan keluar agar pelayanan kembali normal,” ujarnya.

Untuk mengetahui akar persoalan, Andi Syahrum mengaku turun langsung menelusuri saluran air baku dari kawasan Lekopancing menuju Panaikang. Hasil peninjauan menemukan adanya pendangkalan saluran hingga sekitar tiga meter di sejumlah titik. Berdasarkan informasi warga, saluran tersebut belum pernah dikeruk sejak 1979.

Temuan itu menjadi dasar dilakukannya normalisasi saluran air baku yang kini telah berlangsung selama tiga minggu.

“Begitu pengerukan dilakukan, aliran air baku mulai kembali masuk. Ini menjadi salah satu langkah penting untuk memulihkan pasokan air bersih kepada masyarakat,” katanya.

Selain normalisasi saluran, PDAM juga memperbaiki pompa Intake Manggala yang mengalami kerusakan sejak Oktober 2025. Perbaikan dilakukan bersamaan dengan pembenahan instalasi kelistrikan agar fasilitas tersebut kembali beroperasi optimal.

“Alhamdulillah, setelah pompa dan instalasi diperbaiki, distribusi air di beberapa wilayah mulai kembali normal,” ujarnya.

PDAM Makassar juga memperkuat jaringan distribusi melalui penyambungan pipa dari Maccini Sombala menuju kawasan Tallo agar pasokan air dapat menjangkau wilayah utara yang selama ini menjadi salah satu kawasan dengan tantangan pelayanan terbesar.

Menurut Andi Syahrum, pemanfaatan Sungai Moncongloe juga terus dioptimalkan sebagai sumber air baku tambahan.

“Kalau debit dari Moncongloe bisa mencapai sekitar 600 liter per detik, saya pastikan distribusi air ke wilayah utara akan jauh lebih baik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Andi Syahrum turut meluruskan informasi yang sempat beredar mengenai cadangan air PDAM yang disebut hanya mampu bertahan selama 30 hari.

“Cadangan air PDAM itu bukan seperti stok di dalam tangki yang tinggal dihitung harinya. Sumber air baku kami berada di sungai dan terus kami pantau setiap hari,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, PDAM Kota Makassar juga telah menyiagakan 14 unit mobil tangki untuk membantu pelanggan yang terdampak gangguan distribusi. Dukungan armada dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pemadam kebakaran juga akan dimanfaatkan apabila diperlukan.

“Kami sudah menyiapkan mobil tangki untuk mengantisipasi kondisi yang sangat krusial. Prioritas utama tentu pelanggan PDAM yang mengalami gangguan distribusi. Namun apabila masyarakat di luar pelanggan membutuhkan bantuan air bersih melalui koordinasi RT/RW, kami juga akan berupaya membantu sesuai kemampuan yang ada,” ujar Andi Syahrum.

Ia menambahkan, pemantauan debit air baku dilakukan setiap hari, sementara pengerukan saluran terus dilanjutkan hingga kedalaman sekitar dua meter dengan panjang pekerjaan mencapai kurang lebih 15 kilometer menuju kawasan Manggala.

Sementara itu, Camat Ujung Tanah, Andi Unru, mengapresiasi berbagai langkah yang dilakukan Perumda Air Minum Kota Makassar dalam meningkatkan pelayanan air bersih.

“Alhamdulillah, langkah-langkah yang dilakukan Pak Dirut sudah mulai terlihat hasilnya. Beberapa wilayah yang sebelumnya mengalami kendala distribusi kini pelayanannya semakin baik. Harapan kami kondisi ini terus dipertahankan. Kalau nanti ada gangguan lagi, kami akan segera berkoordinasi dan melaporkannya ke PDAM. Kami juga berharap masyarakat ikut mendukung seluruh program penyediaan air bersih agar pelayanan bisa semakin optimal,” ujar Andi Unru.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami