KataKerja.co.id, BERITA — Taman Safari Indonesia kembali mencatat keberhasilan dalam program konservasi satwa langka setelah empat anak Harimau Sumatra lahir di kawasan Taman Safari Indonesia II Prigen pada 23 Maret 2026.
Empat anak harimau tersebut lahir dari pasangan indukan Praja dan Dini, dengan komposisi tiga jantan dan satu betina. Kelahiran mereka telah tercatat secara resmi dalam Berita Acara Kelahiran Nomor BA.534/K.2/SKWVI/KSA.03.02/B/5/2026.
Vice President of Life Sciences Taman Safari Indonesia, Bongot Huaso Mulia, mengatakan kelahiran ini menjadi pencapaian penting dalam upaya pelestarian Harimau Sumatra yang saat ini berstatus Kritis (Critically Endangered) berdasarkan Daftar Merah International Union for Conservation of Nature.
Menurut Bongot, keberhasilan tersebut juga menjadi momen istimewa karena merupakan kali kedua indukan Dini berhasil melahirkan dalam program pengembangbiakan Harimau Sumatra. Sebelumnya, pada 4 Mei 2021, Dini melahirkan dua anak harimau yang kemudian diberi nama Isyana dan Aura.
“Keberhasilan ini menunjukkan pengelolaan satwa dan program breeding konservasi yang dilakukan secara berkelanjutan di Taman Safari Indonesia Prigen berjalan dengan baik,” ujar Bongot dalam keterangannya, Minggu, 7 Juni 2026.
Harimau Sumatra merupakan subspesies harimau terakhir yang masih dimiliki Indonesia. Namun, populasinya di alam liar terus menghadapi tekanan akibat kehilangan habitat, konflik manusia dengan satwa liar, serta perburuan ilegal.
Karena itu, setiap kelahiran Harimau Sumatra di lembaga konservasi menjadi kabar penting bagi upaya penyelamatan spesies yang keberadaannya semakin terancam.
Kelahiran empat anak harimau ini tidak hanya memperkuat program konservasi ex-situ atau konservasi di luar habitat alami, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan Indonesia sebagai habitat utama satwa endemik tersebut.
Taman Safari Indonesia menegaskan bahwa pelestarian satwa langka tidak dapat dilakukan oleh lembaga konservasi semata. Dukungan pemerintah, dunia pendidikan, komunitas lingkungan, dan masyarakat luas menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan spesies yang terancam punah.
Melalui keberhasilan ini, Taman Safari Indonesia mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap pelestarian satwa liar dan keanekaragaman hayati Indonesia.
Saat ini, indukan Dini bersama keempat anaknya dilaporkan berada dalam kondisi sehat. Tim dokter hewan dan animal keeper terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan proses pertumbuhan dan perkembangan anak-anak harimau berlangsung optimal.
Keberhasilan kelahiran empat anak Harimau Sumatra tersebut menjadi tambahan penting bagi populasi satwa langka dalam program konservasi nasional sekaligus memperkuat komitmen Taman Safari Indonesia dalam mendukung pelestarian satwa endemik Indonesia yang terancam punah.














