KataKerja.co.id, BERITA — Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Makassar melaksanakan studi tiru ke Kota Semarang untuk mempelajari pengelolaan kawasan bersejarah, khususnya Kawasan Kota Lama yang dikenal sebagai salah satu contoh sukses revitalisasi kota pusaka di Indonesia, Selasa, 28 Oktober 2025.
Rombongan dipimpin oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware, S.STP., M.M., didampingi Kepala Bidang Cagar Budaya, Hj. Haryanti Ramli, serta Tim Adhoc, Ir. M. Sudjar Adityadjaja, IAI. Turut hadir Sekretaris Dinas Perhubungan, Andi Tenri Lengka B. Djemma, S.H., M.Si., perwakilan Dinas Tata Ruang Kota Makassar, serta staf Bidang Cagar Budaya sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pelestarian kawasan bersejarah.
Rombongan diterima langsung oleh Ketua Badan Pengelola Situs Kota Lama Semarang, Dr. Bunyamin, M.Pd., bersama Sekretaris, Nik Sutiyani, S.T., M.T., di Gedung Oudetrap Semarang.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi referensi penting dalam memperkuat arah kebijakan pelestarian kawasan bersejarah di Makassar.
Ia menilai bahwa pengelolaan kawasan yang terintegrasi dengan kegiatan ekonomi kreatif seperti di Kota Lama Semarang sangat relevan untuk diterapkan di Makassar.
Sementara itu, Kepala Bidang Cagar Budaya, Hj. Haryanti Ramli, menjelaskan bahwa kunjungan ini memberikan banyak pelajaran berharga, terutama terkait penguatan kelembagaan dan kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, contoh pengelolaan di Semarang menunjukkan bahwa pelestarian dapat berjalan seiring dengan aktivitas ekonomi dan pariwisata, sehingga menjadi inspirasi dalam penataan kawasan bersejarah di Kota Makassar.
Kegiatan studi tiru ini diharapkan menjadi langkah awal dalam penyusunan model pengelolaan kawasan kota lama yang lebih terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan di Kota Makassar.














