KataKerja.id, BERITA – Para pecinta alam yang berasal dari berbagai organisasi/kelompok menggelar aksi kepedulian buat Tata Mandong. Kegiatan yang akan digelar Jumat, 11 September 2020 dan terdiri dari beragam kegiatan itu berupa bazaar Acoustic Night di Etika Studio, jalan Tamalate 1, Kav 8 Makassar (belakang pasar).
Kepada KataKerja.id, Rabu (9/9/2020), penanggungjawab kegiatan, Andi Baso Tenrisau menjelaskan bahwa penggalangan dana tersebut nantinya akan terdiri dari bazaar musik, penjualan dan lelang alat-alat outdoor, pengumpulan dana dari organisasi/kelompok dan perorangan, hingga pembacaan puisi.
“Acara ini juga nanti akan kami siarkan langsung melalui akun facebook grup Lembah Ramma,” terang Andi Baso yang di kalangan pecinta alam lebih akrab disapa Pappi.
Tak hanya itu, Pappi menambahkan bahwa seluruh dana yang terkumpulkan akan disumbangkan buat Tata Mandong. “Sementara untuk biaya operasional selama pelaksanaan kegiatan akan kami tanggung secara urunan,” jelasnya.
Tata Mandong adalah sosok yang akrab dengan para pecinta alam, khususnya yang kerap melakukan kegiatan pendakian di sekitar Gunung Bawakaraeng. Sebelum sakit, Tata Mandong tinggal di sebuah rumah kecil di Lembah Ramma, sebuah lembah yang terletak di kawasan Gunung Bawakaraeng. Tata Mandong sejak puluhan tahun terlibat langsung dalam proses pelestarian dan perlindungan alam di sekitar kawasan Gunung Bawakaraeng.
Sejak Sabtu, 30 Agustus lalu, kondisi Tata Mandong tiba-tiba menurun drastis. Asma, ponakan Tata Mandong yang selama ini merawatnya menjelaskan, “Iye waktu hari Sabtu lalu tiba-tiba didapat ki’ Tata Mandong duduk di dalam kamar mandi. Nda bisa ki’ jalan,” kata Asma.
Kondisi Tata yang lahir pada 1 juli 1937 itu kian buruk karena kurangnya asupan gizi. “Nda mau makan, pak. Ini terakhir baru mau makan, itu lagi cuma mie ji sama telur,” paparnya.
Sementara itu, salah satu musisi yang akan tampil, Bahar Karca mengatakan bahwa sejumlah pemusik telah memastikan diri untuk tampil pada acara amal tersebut. “Pemusik dan pecinta alam itu satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Ini bentuk kepedulian para pemusik kepada Tata Mandong,” jelas pemusik balada tersebut.














