KataKerja.co.id, BERITA — Sopir dan dua penumpang mobil Toyota Alphard yang terlibat cekcok dengan petugas keamanan (satpam), Fiktor Harefa, di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, diketahui merupakan personel Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat.
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan dugaan tindakan arogansi yang dilakukan pengemudi maupun penumpang mobil tersebut akan ditindaklanjuti melalui mekanisme pengawasan internal Polri.
“Terkait dengan yang tadi disampaikan, ada beberapa dugaan perbuatan arogansi dari rekan pengemudi maupun penumpang. Ini akan ditindaklanjuti oleh Bid Propam Polda Jawa Barat,” kata Braiel, Sabtu, 25 Juli 2026.
Selain dugaan tindakan arogansi, pengemudi Toyota Alphard tersebut juga diduga melakukan pelanggaran lalu lintas. Braiel mengatakan dugaan pelanggaran tersebut akan ditindaklanjuti oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
“Terkait dugaan pelanggaran lalu lintas dari pengemudi, ini juga akan ditindaklanjuti oleh Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya,” ujarnya.
Kronologi Cekcok di Bundaran HI
Sebelumnya, video yang memperlihatkan keributan antara petugas keamanan dan sejumlah orang di sekitar kawasan penyeberangan Bundaran HI beredar di media sosial.
Berdasarkan narasi yang beredar, peristiwa tersebut bermula ketika lampu penyeberangan pejalan kaki di kawasan Halte Bundaran HI telah berwarna hijau. Saat itu, seorang petugas sekuriti disebut sedang membantu masyarakat menyeberang jalan.
Pada saat bersamaan, sebuah mobil Toyota Alphard berwarna hitam dengan nomor polisi yang terlihat D 18 XHQ diduga tetap melaju dan melintasi jalur penyeberangan.
Petugas sekuriti kemudian disebut menegur pengemudi kendaraan tersebut. Dalam narasi yang beredar, petugas bahkan sempat memukul bagian bodi mobil sebagai bentuk teguran karena kendaraan diduga melintas saat pejalan kaki mendapat giliran menyeberang.
Teguran tersebut kemudian disebut memicu reaksi dari penumpang kendaraan. Sejumlah orang dilaporkan turun dari mobil dan membawa petugas sekuriti ke pos keamanan.
“Ngeplak bodi mobil. Menurut narasi yang beredar, teguran itu justru memicu reaksi dari penumpang mobil. Sejumlah orang disebut turun dari kendaraan dan membawa petugas sekuriti tersebut ke pos keamanan,” demikian narasi yang dikutip dari akun Instagram @_thinksmart.id, Kamis, 23 Juli 2026.
Kasus tersebut kini ditindaklanjuti melalui dua jalur. Dugaan tindakan arogansi yang melibatkan personel Polda Jabar akan diperiksa oleh Bid Propam Polda Jawa Barat, sementara dugaan pelanggaran lalu lintas akan ditangani Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.














