Sosialisasi pembayaran non-tunai menggunakan QRIS di Kantor Wilayah Pelayanan IV, Jalan Ratulangi, Jumat, 24 Juli 2026.

Tak Perlu Bawa Uang Tunai, Bayar Tagihan Air Kini Cukup Pindai QRIS di Perumda Air Minum Makassar

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.co.id, BERITA — Perumda Air Minum Kota Makassar terus memperkuat transformasi digital di sektor pelayanan publik dengan menggelar sosialisasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran non-tunai di Kantor Wilayah Pelayanan IV, Jalan Ratulangi, Jumat, 24 Juli 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham yang mendorong seluruh transaksi pada badan usaha milik daerah dilakukan secara nontunai (cashless).

Sosialisasi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Keuangan Perumda Air Minum Kota Makassar, Wirda Fauzah Madjid, serta dihadiri pejabat struktural perusahaan, jajaran Wilayah Pelayanan IV, dan perwakilan PT Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai mitra penyedia sistem pembayaran digital.

Dalam sambutannya, Wirda Fauzah Madjid mengungkapkan bahwa sebagian besar pelanggan Perumda Air Minum Kota Makassar telah memanfaatkan sistem pembayaran non-tunai. Hingga saat ini, sekitar 88 persen transaksi pelanggan telah dilakukan secara digital, sementara sekitar 12 persen lainnya masih menggunakan pembayaran tunai.

“Perusahaan telah mendapat arahan dari Bapak Wali Kota agar seluruh transaksi pembayaran dilakukan secara nontunai. Karena itu, sisa 12 persen pelanggan yang masih membayar secara tunai menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk terus diedukasi,” ujar Wirda.

Ia menjelaskan, selain melalui aplikasi PAMNAS, pelanggan kini memiliki beragam pilihan pembayaran digital yang telah terintegrasi, mulai dari mobile banking, OVO, ShopeePay, Tokopedia, hingga berbagai aplikasi pembayaran lain yang mendukung QRIS.

Menurutnya, seluruh petugas pelayanan, khususnya kasir di setiap wilayah, diharapkan mampu memberikan edukasi kepada pelanggan mengenai kemudahan transaksi digital agar proses pembayaran menjadi lebih praktis dan efisien.

“Harapan direksi ke depan seluruh pelanggan sudah beralih menggunakan pembayaran secara nontunai. Karena itu saya meminta seluruh petugas di wilayah benar-benar memahami teknis penggunaan QRIS agar nantinya tidak ada kendala saat melayani pelanggan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan PT Bank Negara Indonesia (BNI), Hardinas, menjelaskan bahwa perangkat pembayaran digital yang telah tersedia di seluruh kantor Wilayah Pelayanan Perumda Air Minum Kota Makassar mampu melayani berbagai metode transaksi tanpa uang tunai.

Menurutnya, pelanggan dapat melakukan pembayaran menggunakan kartu debit, kartu kredit, mobile banking dari berbagai bank, dompet digital seperti OVO, GoPay, ShopeePay, maupun aplikasi lain yang telah terhubung dengan sistem QRIS.

“Semua pembayaran dapat diakomodasi melalui sistem digital yang kami siapkan. Mau menggunakan kartu, QRIS, e-wallet, maupun mobile banking semuanya bisa dilakukan di loket pelayanan,” ujarnya.

Hardinas menambahkan, BNI juga menyediakan fasilitas Virtual Account (VA) bagi mitra maupun instansi yang membutuhkan layanan pembayaran secara jarak jauh. Melalui fasilitas tersebut, nomor Virtual Account dapat dikirim kepada mitra sehingga proses pembayaran berlangsung lebih cepat, praktis, dan terdokumentasi secara digital.

Melalui sosialisasi ini, Perumda Air Minum Kota Makassar menargetkan peningkatan penggunaan sistem pembayaran digital oleh seluruh pelanggan. Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih mudah, aman, efisien, sekaligus mendukung percepatan digitalisasi pelayanan publik di Kota Makassar.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami