KataKerja.co.id, BERITA — Jajaran direksi Perumda Air Minum Kota Makassar turun langsung meninjau kondisi Bendungan Leko Pancing, Kabupaten Maros, Jumat, 5 Juni 2026, guna memastikan ketersediaan air baku yang menjadi sumber utama pasokan untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Panaikang.
Kunjungan tersebut dipimpin Plt Direktur Umum Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Taufiq Aris, bersama Plt Direktur Keuangan, Wirda Fauzah Madjid. Kegiatan itu turut dihadiri jajaran pejabat struktural serta tim teknis Perumda Air Minum Kota Makassar.
Selain melakukan peninjauan di bendungan, rombongan juga melaksanakan kerja bakti dan pembersihan di sepanjang saluran air baku yang menghubungkan Bendungan Leko Pancing dengan IPA II Panaikang.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kontinuitas, kualitas, dan keberlangsungan pelayanan air bersih kepada pelanggan, khususnya masyarakat di wilayah utara dan timur Kota Makassar yang dalam beberapa waktu terakhir terdampak gangguan distribusi akibat menurunnya kapasitas produksi air.
Plt Kepala Bagian Produksi Perumda Air Minum Kota Makassar, Achmad Kamil Asri, menjelaskan bahwa peninjauan dilakukan untuk mengidentifikasi secara langsung berbagai kendala yang menyebabkan berkurangnya debit air baku menuju instalasi pengolahan.
“Direksi bersama seluruh jajaran turun langsung ke Bendungan Leko Pancing untuk memastikan kondisi saluran air baku sekaligus melakukan kerja bakti. Ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam menjaga pelayanan kepada pelanggan, khususnya di wilayah utara Kota Makassar,” ujarnya.
Menurut Kamil, persoalan utama saat ini bukan terletak pada ketersediaan air di bendungan, melainkan pada kondisi saluran distribusi air baku menuju IPA II Panaikang.
Ia menyebut terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan berkurangnya debit air yang diterima instalasi pengolahan, yakni kebocoran pada sejumlah titik saluran, pengambilan air baku secara ilegal (illegal connection), serta pendangkalan yang menghambat aliran air.
“Kapasitas air baku di bendungan sebenarnya masih mencukupi. Namun di sepanjang badan saluran terdapat berbagai persoalan seperti kebocoran, pengambilan air secara ilegal, serta pendangkalan. Kondisi inilah yang membuat debit air berkurang ketika sampai ke IPA II Panaikang,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa titik-titik kritis banyak ditemukan di Seksi 8 dan Seksi 9 saluran air baku. Akibat berbagai hambatan tersebut, volume air yang seharusnya masuk secara optimal ke instalasi pengolahan mengalami penyusutan cukup signifikan.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kapasitas produksi IPA II Panaikang dan memengaruhi pelayanan air bersih bagi pelanggan di wilayah utara Kota Makassar, termasuk Kecamatan Tallo, Ujung Tanah, Wajo, dan Bontoala.
“Kondisi ini sangat mengganggu dan mengurangi produksi air kami, khususnya untuk layanan di utara kota,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, direksi juga memantau proses pembersihan saluran yang dilakukan oleh tim teknis dan pegawai Perumda Air Minum Kota Makassar. Pembersihan difokuskan pada area yang mengalami sedimentasi, penyumbatan, serta titik-titik yang terindikasi terjadi kehilangan air.
Menurut Kamil, pembenahan saluran air baku menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi distribusi air menuju instalasi pengolahan sekaligus meminimalkan kehilangan debit di sepanjang jalur.
Selain melakukan pembenahan pada saluran eksisting, Perumda Air Minum Kota Makassar juga tengah mempercepat pembangunan Intake Manggala sebagai sumber tambahan air baku guna menopang kebutuhan produksi.
Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi strategis dalam mengatasi keterbatasan pasokan air baku dari Bendungan Leko Pancing, terutama saat memasuki musim kemarau.
“Saat ini kami juga menggenjot pembangunan Intake Manggala untuk menutupi kekurangan suplai air baku. Sesuai komitmen pelaksana, fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 30 Juni 2026,” ujarnya.
Kamil juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan layanan yang terjadi akibat menurunnya debit air baku. Ia menegaskan bahwa berbagai langkah perbaikan akan terus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pembersihan saluran, perbaikan titik kebocoran, penertiban pengambilan air ilegal, hingga percepatan penyediaan sumber air baku baru.
“Kami memohon maaf kepada seluruh pelanggan, khususnya di wilayah utara Kota Makassar. Kami terus bekerja melakukan berbagai upaya pembenahan agar pelayanan air bersih dapat kembali optimal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tutupnya.














