KataKerja.co.id, BERITA — Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, meninjau langsung pengerjaan pengerukan saluran air baku di sepanjang Jalan Abdullah Daeng Sirua (Abdesir) hingga Manggala, Jumat, 19 Juni 2026.
Pengerukan yang mencakup jalur sepanjang kurang lebih 7 kilometer tersebut merupakan bagian dari program normalisasi saluran untuk mengembalikan fungsi aliran air baku yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi selama lebih dari dua dekade.
Dalam kegiatan tersebut, Andi Syahrum didampingi Plt Kepala Bagian Produksi Perumda Air Minum Kota Makassar, Achmad Kamil Asri, Kasie Air Baku Haskari, serta Plt Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Hasan.
Andi Syahrum menjelaskan bahwa pengerukan saluran air baku merupakan langkah strategis untuk memulihkan fungsi aliran menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) Panaikan.
Menurutnya, sedimentasi yang menumpuk sejak 1999 telah menyebabkan penyempitan saluran dan berdampak pada menurunnya kapasitas aliran air baku.
“Normalisasi ini bukan hanya soal pengerukan, tetapi pemulihan fungsi saluran agar kembali optimal menyalurkan air baku ke IPA Panaikan,” ujar Andi Syahrum.
Ia mengatakan, berkurangnya sedimentasi diharapkan dapat meningkatkan stabilitas debit air yang masuk ke instalasi pengolahan, khususnya saat musim kemarau ketika kebutuhan pasokan air baku menjadi sangat penting.
“Dengan berkurangnya sedimentasi, kita berharap debit air yang masuk bisa lebih stabil, terutama saat musim kemarau,” tambahnya.
Selain mendukung kelancaran pasokan air baku, pengerukan saluran juga bertujuan mengurangi risiko banjir di kawasan sekitar. Selama ini, sedimentasi yang menumpuk telah mengurangi kapasitas tampung saluran sehingga air lebih mudah meluap saat curah hujan tinggi.
Karena itu, normalisasi dilakukan untuk mengembalikan kapasitas saluran agar mampu mengalirkan air secara optimal sekaligus meminimalkan potensi genangan di sepanjang Jalan Abdullah Daeng Sirua hingga Manggala.
“Pengerukan sepanjang 7 kilometer ini diharapkan menjadi solusi jangka menengah untuk peningkatan kapasitas aliran air baku,” jelasnya.
Andi Syahrum juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan saluran yang telah dinormalisasi. Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada pekerjaan teknis yang dilakukan perusahaan, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar saluran.
Ia menegaskan bahwa saluran yang telah dipulihkan harus dijaga bersama agar tidak kembali dipenuhi sampah maupun sedimentasi baru yang dapat menghambat aliran air.
“Perumda Air Minum Kota Makassar terus berupaya menjaga keandalan layanan air bersih, namun kami juga sangat berharap peran serta masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan saluran ini. Kami mengimbau agar tidak membuang sampah di sepanjang saluran,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua RW setempat menyambut positif pelaksanaan pengerukan saluran tersebut. Menurutnya, warga selama ini kerap menghadapi genangan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Selama ini kalau hujan deras, sering terjadi genangan. Kami berharap setelah pengerukan ini kondisi bisa lebih baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, manfaat normalisasi saluran tidak hanya dirasakan dalam upaya pengendalian banjir, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi air bersih bagi masyarakat.
“Warga menyambut baik karena selain untuk air bersih, ini juga membantu mengurangi banjir di sekitar pemukiman,” tutupnya.














