Ilustrasi (foto: pixabay)

Rupiah Kian Melemah Tembus Rp17.706 per Dolar AS, Bank Indonesia Sebut Masih di Bawah Nilai Fundamental

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.co.id, BERITA — Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan mendekati level terendah dalam 52 minggu terakhir.

Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa, 19 Mei 2026 pukul 09.09 WIB, rupiah melemah 38 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp17.706 per dolar AS. Secara year-to-date (ytd), rupiah tercatat telah turun sekitar 6,11 persen.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan dolar AS di pasar global, kekhawatiran terhadap arah suku bunga, serta meningkatnya tensi geopolitik internasional. Posisi rupiah saat ini juga mendekati level terlemah dalam setahun terakhir di kisaran Rp17.684 per dolar AS.

Gubernur Perry Warjiyo menyatakan rupiah saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya (undervalue). Menurutnya, tekanan terhadap mata uang domestik lebih dipengaruhi faktor eksternal dan kebutuhan musiman, bukan karena pelemahan fundamental ekonomi Indonesia.

“Nilai fundamentalnya berapa? Average of the year Rp16.500, kisaran bawahnya Rp16.200, kisaran atasnya Rp16.800,” kata Perry dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI, Senin, 18 Mei 2026.

Ia juga optimistis nilai tukar rupiah berpotensi menguat kembali seiring stabilitas ekonomi nasional dan upaya menjaga pasar keuangan domestik.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami