Presiden RI, Prabowo Subianto. (foto:Youtube/Sekretariat Presiden)

Prabowo Respons Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS: Warga Desa Tidak Pakai Dolar

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.co.id, BERITA — Presiden Prabowo Subianto menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menyentuh level Rp17.600 per US$ atau menjadi titik terlemah sepanjang sejarah.

Meski rupiah mengalami tekanan cukup dalam, Prabowo menepis kekhawatiran bahwa kondisi tersebut menandakan ekonomi Indonesia berada dalam situasi krisis.

“Saya yakin sekarang ada yang selalu sebentar-sebentar bilang ‘Indonesia akan collapse, akan chaos’. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok,” ujar Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.

Menurut Prabowo, kondisi ekonomi nasional masih dalam keadaan terkendali. Ia menilai Indonesia tetap berada pada posisi aman, terutama dari sisi ketahanan pangan dan energi di tengah gejolak ekonomi global.

“Pangan aman, energi aman, banyak negara panik, Indonesia masih oke,” katanya.

Dalam agenda terpisah saat peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Prabowo kembali menegaskan optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional. Ia juga menyebut pengelolaan ekonomi Indonesia berada di tangan yang tepat melalui Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

“Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, nggak usah kau khawatir. Mau dolar berapa ribu kek, kalian di desa-desa nggak pakai dolar,” ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sorotan publik terhadap depresiasi rupiah yang dinilai dapat berdampak pada biaya impor, utang luar negeri, hingga tekanan inflasi, khususnya bagi sektor usaha yang bergantung pada transaksi dolar AS.

Meski demikian, Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan pelemahan kurs tidak serta-merta mencerminkan kondisi domestik secara keseluruhan.

Ia mengakui fluktuasi nilai tukar tetap memiliki dampak bagi pelaku usaha maupun pihak yang memiliki transaksi berbasis dolar, namun meyakini stabilitas ekonomi nasional masih terjaga.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami