KataKerja.co.id, BERITA — Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan keputusan untuk membubarkan Majelis Rendah parlemen Jepang atau Dewan Perwakilan Rakyat guna membuka jalan bagi pelaksanaan pemilihan umum lebih awal.
Pengumuman tersebut disampaikan Takaichi dalam konferensi pers pada Senin, 19 Januari 2026.
Takaichi menyatakan pembubaran Majelis Rendah yang beranggotakan 465 orang akan dilakukan pada Jumat, 23 Januari 2026, bertepatan dengan pembukaan masa sidang reguler parlemen tahun ini. Adapun pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pada 8 Februari 2026, sementara masa kampanye resmi akan dimulai pada 27 Januari.
Pemilu mendatang menjadi kontestasi nasional pertama sejak Takaichi resmi menjabat sebagai perdana menteri pada 21 Oktober lalu. Pemilihan ini digelar meskipun masa jabatan Majelis Rendah saat ini sejatinya masih tersisa lebih dari dua tahun.
Sepekan sebelum pengumuman resmi, Takaichi telah menyampaikan rencana pembubaran parlemen tersebut kepada para petinggi partai berkuasa, Partai Demokrat Liberal (Liberal Democratic Party/LDP), serta mitra koalisinya, Partai Inovasi Jepang (Japan Innovation Party).
Sementara itu, dinamika politik juga menguat di kubu oposisi. Partai Demokrat Konstitusional Jepang (Constitutional Democratic Party of Japan/CDPJ) bersama Partai Komeito yang sebelumnya dikenal sebagai sekutu lama LDP pada Kamis, 15 Januari 2026 sepakat membentuk koalisi baru bertajuk Aliansi Reformasi Sentris (Centrist Reform Alliance).
Koalisi ini diproyeksikan menjadi kekuatan oposisi terbesar dalam pemilu mendatang dan penantang utama blok pemerintahan.














