Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dalam konferensi pers pada Sabtu, 3 Januari 2026. (foto: bbc.com)

Trump Klaim AS Akan “Mengelola” Venezuela dan Benahi Infrastruktur Minyak

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.co.id, BERITA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS akan mengelola Venezuela hingga tercipta transisi yang aman, layak, dan bijaksana, menyusul serangan militer AS yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Trump mengatakan perusahaan minyak AS akan memperbaiki infrastruktur minyak Venezuela yang ia sebut rusak, serta “start making money for the country” (mulai menghasilkan uang bagi negara).

Operasi militer AS dilaporkan berlangsung Sabtu dini hari, Sabtu, 3 Januari 2026, dengan Maduro dan Flores ditangkap, kemudian diterbangkan ke Pangkalan Angkatan Laut AS Guantanamo Bay sebelum dipindahkan ke New York.

Jaksa Agung AS Pam Bondi menyatakan keduanya didakwa di Southern District of New York atas tuduhan narkoterorisme dan kepemilikan senjata berat.

Ia menegaskan, “They will soon face the full wrath of American justice on American soil in American courts” (mereka akan segera menghadapi seluruh kekuatan hukum Amerika di pengadilan Amerika).

Trump menyebut industri minyak Venezuela sebagai “a bust, a total bust” (kegagalan total) dan menyatakan perusahaan minyak AS akan mengucurkan investasi besar untuk memperbaiki infrastruktur. “We’re going to be running it with a group, and we’re going to make sure it’s run properly” (kami akan mengelolanya dengan sebuah tim dan memastikan dijalankan dengan benar), ujarnya.

Pemerintah Venezuela menetapkan status darurat nasional dan mengecam tindakan AS sebagai agresi militer.

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez menegaskan Maduro adalah satu-satunya presiden sah negaranya.

Menanggapi klaim Trump bahwa Rodríguez bersedia untuk bekerja sama, namun Rodríguez di televisi nasional menyebut Maduro sebagai “only one president in Venezuela” (satu-satunya presiden Venezuela), dan menyatakan pemerintah siap mempertahankan diri.

Aksi AS menuai kecaman luas. Rusia menilai tindakan AS sebagai “an act of armed aggression” (tindakan agresi bersenjata), sementara China mengaku “deeply shocked and strongly condemns” (sangat terkejut dan mengecam keras).

Sejumlah negara Amerika Latin juga mengecam, sementara sekutu AS menyerukan transisi damai yang menghormati kehendak rakyat Venezuela.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami