Cerita Perjuangan Daeng Mangalle memeriahkan hari pertama Pagelaran Seni dan Budaya 2025 (foto:Dok.Dinas Kebudayaan Kota Makassar)

Hari Pertama Pagelaran Seni dan Budaya 2025 Disbud Makassar Hibur Warga di Benteng Rotterdam

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.co.id, BERITA — Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Makassar mengawali Pagelaran Seni dan Budaya 2025 dengan meriah di Benteng Rotterdam pada Sabtu, 18 November 2025, malam.

Gelaran ini berlangsung bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Sulawesi Selatan sebagai langkah pelestarian budaya lokal sekaligus hiburan bagi masyarakat.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka kegiatan tersebut bersama Ketua TP PKK Melinda Aksa, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Disbudpar Sulsel, serta UPT Fort Rotterdam.

Kepala Disbud Makassar, Andi Patiware, menegaskan bahwa pagelaran ini menjadi wadah penting untuk memperkuat semangat berkesenian dan memperluas ruang ekspresi pelaku seni.

“Kami ingin menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang sejarah dan kearifan lokal. Pagelaran ini adalah wujud kolaborasi antara Disbud, BPK Wilayah XIX, serta berbagai komunitas dan pelaku seni di Makassar,” ujarnya.

Empat sanggar seni—Sanggar Patonro, Sanggar Siliwangi, Sanggar Batara Gowa, dan BMKF De Art Studio—menampilkan pertunjukan teatrikal “Perjanjian Bongaya”, dengan 50 penari yang mengisahkan sejarah hubungan Kerajaan Gowa dan Belanda pada abad ke-16.

Lima komunitas lokal turut berpartisipasi, yaitu Vespa Antik, Kostum MKS, Gerkatin Makassar (Teman Tuli), Zaenal Beta (Tana Liat), dan Balai, yang menampilkan karya-karya kreatif untuk memeriahkan suasana.

Unsur sastra hadir melalui pendongeng dan pembaca puisi dari Komunitas Santrasik Universitas Negeri Makassar (UNM).

Acara ini juga menghadirkan penampilan musik dari tiga band lokal: Indra & Inside, Kelong-kelong Sound System, serta Vino n Friends.

Para pengunjung dapat menikmati suguhan kuliner dan kerajinan lokal melalui 11 tenant UMKM yang ikut serta.

Untuk hari kedua, Disbud Makassar menyiapkan agenda jelajah budaya melibatkan 50 pelajar SD dan 50 pelajar SMP se-Kota Makassar.

Selain itu, akan digelar fashion show yang menampilkan 26 model garapan Sombere Entertainment, serta penampilan lanjutan pada sore hingga malam hari.

Mural Art Makassar memperkaya suasana dengan karya-karya mural bertema budaya dan sejarah Makassar di area Benteng Rotterdam.

Pagelaran ini diharapkan memperkuat interaksi antara seniman, pelajar, komunitas, dan masyarakat dalam ruang budaya yang inklusif.

Kegiatan ini dirancang menjadi agenda tahunan untuk menguatkan identitas Makassar sebagai kota bersejarah dan kreatif.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami