Ilustrasi: Pendaki gunung - (foto by int)

9 Pilihan Menu Makanan Bagi Pendaki Gunung

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.idBERITA – Mendaki gunung kini menjadi kegiatan yang makin diminati, khususnya oleh para anak muda. Namun yang harus diingat, mendaki gunung bukanlah aktivitas yang mudah. Banyak risiko di alam bebas yang akan dihadapi oleh pendaki. Oleh karena itu, setiap pendaki memerlukan persiapan yang matang sebelum melakukan pendakian.

Salah satu hal yang harus dipersiapkan dengan baik adalah makanan selama pendakian. Sangat disarankan untuk membawa bahan makanan yang praktis, mudah dibawa, tidak memakan tempat, serta memiliki berat yang ringan, namun tetap bergizi dan berkalori tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan energi atau mengganti tenaga yang terkuras selama pendakian.

Tidak sedikit kasus pendaki pemula yang mengalami hipotermia di gunung dikarenakan pakaian basah yang dikombinasikan dengan kelelahan yang dipicu kurang energi, sehingga suhu tubuh menurun dengan cepat. Kurangnya energi ini seringkali disebabkan perbekalan makanan yang mereka bawa tidak memadai.

Dirilis KataKerja.id dari laman Penjelajah, berikut beberapa tips dan 9 pilihan menu makanan yang direkomendasikan bagi pendaki gunung:

1. Oatmeal

Oatmeal dapat menjadi makanan pokok selama pendakian. Menyajikan oatmeal sangatlah mudah, cukup disiram dengan air panas saja. Oatmeal mengandung karbohidrat, vitamin, lemak, serta serat yang tinggi sehingga Anda tidak cepat lapar. Untuk menambah cita rasa, dapat ditambahkan dengan susu dalam kemasan sachet, kacang, atau buah-buahan kering yang tentunya juga akan meningkatkan kandungan gizinya.

Di rute pendakian atau trekking dengan sumber air terbatas, akan lebih baik jika Anda membawa oatmeal daripada beras. Karena Anda akan membutuhkan air lebih banyak untuk memasak nasi daripada menyeduh oatmeal. Selain itu memasak nasi memerlukan waktu yang lebih lama.

2. Umbi-Umbian

Umbi-umbian seperti kentang, ubi, atau singkong merupakan makanan pokok yang dapat dijadikan pilihan karena praktis dibawa dan mudah diolah. Umbi bisa direbus atau digoreng, bisa juga memasaknya dengan cara dibakar di api unggun, dibakar sambil merebus air, atau sembari memasak makanan lainnya. Kandungan kalori umbi-umbian tinggi sehingga dapat memberikan energi yang cukup untuk memulihkan tenaga. Begitu juga kandungan seratnya dapat mencegah Anda lapar lebih lama.

3. Roti Tawar

Akan lebih mudah jika Anda membawa roti tawar yang sudah dioleskan selai sehingga Anda tidak perlu membawa selai dalam kemasan terpisah. Dianjurkan membawa roti dengan selai kacang, karena kacang memiliki kandungan protein yang dapat menjaga kekuatan otot selama pendakian.

4. Sosis

Sosis memiliki kemasan yang praktis dan mudah untuk dibawa. Pilihlah produk sosis yang sudah matang agar tahan lebih lama. Sosis memiliki kandungan protein, vitamin, dan zat besi yang baik untuk tubuh. Rasanya pun lezat sehingga bisa dijadikan pengganti lauk.

5. Abon

Selama pendakian Anda memiliki sumber protein yang terbatas. Telur memiliki resiko mudah pecah, sementara daging akan mudah basi pada keesokan harinya. Anda bisa saja membawa daging dalam kemasan kaleng, namun sampah kaleng akan lebih berat, dan beresiko merusak trashbag saat dibawa turun.

Karena itu abon menjadi pilihan termudah sebagai salah satu penambah protein, lemak, dan karbohidrat. Abon adalah makanan yang terbuat dari daging hewan. Kemasannya praktis, ringan, tidak perlu dimasak, dan memiliki rasa yang lezat.

6. Coklat

Kalori dalam 100 gram coklat bisa mencapai 545 kilo kalori (kcal), sehingga dapat menjadi pemasok energi yang baik. Selain itu coklat mengandung phenethylamine yang mampu menghasilkan hormon endorfin dalam tubuh. Endorfin adalah hormon yang bisa membuat kita merasa bahagia. Coklat juga dapat membuat kenyang lebih lama serta membuat tubuh dan pikiran santai. Kemasannya kecil dan praktis sehingga dapat Anda masukkan dalam saku dan dijadikan cemilan selama perjalanan.

7. Madu

Madu sangat umum dijadikan sumber energi karena memiliki sumber energi 64 kalori per sendok makan. Madu bisa Anda gunakan sebagai penambah rasa makanan dan minuman yang Anda bawa atau diseduh dengan air panas. Selain itu madu memiliki sifat antibiotik sehingga dapat digunakan sebagai antibiotik alami dan menjaga kekebalan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.

8. Susu dan Wedang Jahe

Susu sangat direkomendasikan karena kandungan gizinya yang tinggi, sangat cukup dan baik untuk pendaki. Wedang jahe dapat menghangatkan tubuh ditengah suhu yang dingin. Agar mudah, Anda bisa membawa minuman ini dalam kemasan sachet.

9. Air yang Cukup

Sekitar 60-70% tubuh manusia adalah air. Maka pastikan Anda memiliki persediaan air yang cukup selama perjalanan untuk menghindari dehidrasi. Sebelum mendaki gunung, carilah informasi mengenai sumber air di gunung tersebut agar Anda dapat menentukan jumlah air yang perlu Anda bawa.

Kenapa Mie Instan tidak direkomendasikan?

Jika Anda bertanya mengapa tidak ada mie instan dalam daftar rekomendasi di atas? Walaupun praktis, lezat, dan menggiurkan, mie instan memiliki kandungan gizi dan energi yang rendah padahal Anda butuh asupan kalori yang cukup selama pendakian.

Kandungan karbohidrat dan serat yang kurang juga menyebabkan Anda mudah lapar kembali. Selain itu mie cenderung menyerap kandungan air dalam tubuh sehingga Anda akan lebih cepat haus. Karenanya makanan ini tidak direkomendasikan selama pendakian.

Tak kalah pentingnya, ingatlah bahwa sampah dari makanan yang kamu bawa harus Anda bawa kembali ketika turun, jangan membuang sampah kemasan di alam bebas. Maka sebaiknya pilihlah makanan dan minuman yang menyisakan sampah yang sedikit agar mudah dibawa dan tidak memakan tempat.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami