Para Sahabat Tata Mandong - (foto by Uchu)

Penggalangan Dana untuk Tata Mandong Sukses Besar

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.idBERITA – Para Sahabat Tata Mandong, sebutan untuk para panitia aksi penggalangan dana untuk Tata Mandong, menghaturkan terima kasih kepada semua pihak atas suksesnya kegiatan tersebut.

Ratusan pecinta alam yang berasal dari berbagai organisasi dan berbagai daerah hadir meramaikan aksi kepedulian buat Tata Mandong yang digelar Jumat (11/9/2020) malam di Etika Studio, jalan Tamalate 1 Makassar.

Kepada katakerja.id, Sabtu (12/9/2020), penanggungjawab kegiatan, Andi Baso Tenrisau menjelaskan bahwa kesuksesan kegiatan amal tersebut tak lepas dari kepedulian para pecinta alam di Makassar dan Sulsel pada umumnya. “Kita bersama-sama telah membuktikan kekuatan dari cinta, kemanusiaan dan kepedulian. Kehadiran ratusan teman-teman pecinta alam menjadi bukti bahwa kepedulian adalah bagian yang tak terpisahkan dari para pecinta alam,” terangnya.

Menurutnya, Sahabat Tata Mandong adalah sebutan untuk para panitia yang menggelar kegiatan amal tersebut. “Kami sengaja mengunakan penyebutan itu karena kami tak mengunakan bendera organisasi masing-masing sebagai pelaksana. Kami melebur dalam kegiatan kemanusiaan ini,” imbuh pecinta alam yang akrab disapa Pappi Teten ini.

Penggalangan dana yang memadukan bazaar musik, penjualan dan lelang alat-alat outdoor, pengumpulan donasi dari organisasi/kelompok dan perorangan, hingga pembacaan puisi tersebut berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp10 juta. “Angka itu belum termasuk sumbangan yang masuk via rekening panitia. Rencananya Senin (14/9/2020, red) baru kita bisa tahu total sumbangan yang terkumpul,” kata Pappi.

Pappi Teten menerangkan bahwa seluruh dana yang terkumpulkan akan disumbangkan buat Tata Mandong. “Sesuai hasil meeting teman-teman, kami terlebih dulu akan membelanjakan beberapa keperluan Tata Mandong, seperti springbad untuk tempat tidurnya dan beberapa kebutuhan lainnya. Sisanya akan kami serahkan ke beliau,” jelasnya.

Tata mandong adalah sosok yang akrab dengan para pecinta alam, khususnya yang kerap melakukan kegiatan pendakian di sekitar Gunung Bawakaraeng. Sebelum sakit, Tata Mandong tinggal di sebuah rumah kecil di Lembah Ramma, sebuah lembah yang terletak di kawasan Gunung Bawakaraeng. Tata Mandong sejak puluhan tahun terlibat langsung dalam proses pelestarian dan perlindungan alam di sekitar kawasan Gunung Bawakaraeng.

Sejak 30 Agustus lalu, kondisi Tata Mandong tiba-tiba menurun drastis. Asma, ponakan Tata Mandong yang selama ini merawatnya menjelaskan, “Iye waktu hari Sabtu lalu tiba-tiba didapat ki’ Tata Mandong duduk di dalam kamar mandi. Nda bisa ki’ jalan,” kata Asma. Pada tahun 2017, Tata Mandong divonis oleh dokter menderita stroke.

 

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami