KataKerja.id, BERITA – Banjir bandang yang meluluhlantakkan Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin(13/7/2020) lalu, memantik kepedulian banyak pihak di negeri ini. Salah satunya yakni gerakan solidaritas dari para pencinta alam di Sulsel.
Tak menunggu lama, setelah mendengar informasi terjadinya bencana alam di Luwu Utara, sejumlah pencinta alam di Makassar langsung bergerak cepat. Selasa (14/7/2020) dini hari, mereka bergegas berkumpul. Mereka bersepakat menggelar aksi penggalangan dana. Pelbagai kelengkapan aksi berupa surat tugas dari organisasi hingga atribut lainnya pun disiapkan.
Jelang Selasa subuh, mereka pun sudah mendirikan tenda di bawah fly over jalan Urip Sumoharjo Makassar. Info adanya aksi kemanusiaan kemudian dengan cepat menyebar di kalangan para pencinta alam lainnya.
Kepada KataKerja.id, Kamis (17/7/2020), Natural Tari, salah seorang inisiator aksi menjelaskan bahwa di hari itu, sejumlah kelompok pencinta alam lainnya menyatakan kesiapan untuk ikut bergabung dalam aksi kemanusiaan tersebut. “Aksi ini berawal dari niat tulus teman-teman di Sekretariat Bersama (Sekber) Pencinta Alam Sulsel untuk membantu sodara-sodara yang terkena musibah di Lutra,” jelasnya. Sekber Pencinta Alam Sulsel adalah wadah yang menaungi ratusan organisasi pencinta alam di Sulawesi Selatan.
Atas nama kepedulian, aksi kemanusiaan itu pun menyebar hingga ke beberapa titik di Kota Makassar, termasuk di Kabupaten Maros, Gowa dan sejumlah kabupaten lainnya. “Mulai Selasa hingga hari Kamis, total dana yang terkumpul mencapai 11 jutaan lebih,” terang Tari.
Tak hanya uang, tak sedikit masyarakat jelas Tari yang menyumbangkan baju layak pakai mereka, minuman dan makanan instan hingga lilin. “Karena itu kami memilih nginap di bawah fly over untuk menjaga barang dari para donatur,” imbuh Tari.
Kepedulian memang tak berbatas strata. Itu dibuktikan oleh Tari dan kawan-kawan. “Jumat subuh, saat kami bersiap untuk penggalangan dana lagi, ada penjual nasi kuning dan penjual bassang (penganan tradisional Makassar yang terbuat dari jagung, red) yang datang ke fly over. Mereka memberi kami nasi kuning dan bassang. Katanya itu sumbangan mereka ke kami,” tutur Tari.
Sementara itu, terkait rencana pendistribusian sumbangan tersebut, Tari mengaku telah berkoordinasi dengan para pecinta alam di Kota Palopo. “Teman-teman di sana telah memberikan kami data para korban bencana, lokasi, termasuk data jenis-jenis barang yang dibutuhkan oleh para korban,” kata Tari. Rencananya penyaluran bantuan itu akan dilakukan pada hari Sabtu (18/7/2020).














