Seorang anggota Sahabat Gunung Makassar saat melakukan pendakian di Gunung Semeru - (foto dok enal)

4 Fakta Tentang Gunung Semeru

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.idBERITA – Gunung Semeru  adalah gunung berapi kerucut di Jawa Timur, Indonesia. Gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan puncaknya Mahameru setinggi 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl).

Gunung Semeru merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatera dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.

Gunung yang masuk dalam daftar tujuh puncak tertinggi di Indonesia ini merupakan salah satu gunung favorit bagi para pendaki. Namun, ada beberapa fakta yang masih jarang diketahui oleh para pendaki maupun orang kebanyakan. Berikut 4 fakta tentang Gunung Semeru dirangkum KataKerja.id dari laman republikadventures:

1. Potongan Puncak Gunung Himalaya

Menurut kitab Tantu Pagelaran, dikisahkan Pulau Jawa sedang terombang ambing di lautan. Agar stabil, para dewa pun memotong puncak Gunung Himalaya untuk menancapkan pulau jawa di Bumi. Dalam kitab yang dibuat pada masa Majapahit itu, dikisahkan puncak Himalaya di bawa ke pulau jawa, dalam perjalanannya, bagian-bagian gunung terlepas (ambrol) dan membentuk gunung-gunung suci, diantaranya Gunung Arjuna, Gunung Agung, dan Gunung Kawi.

2. Batu Prasasti Mpu Kameswara

Sebagai gunung suci, Semeru menyimpan jejak prasasti masa kerajaan. Salah satunya batu di Ranu Kumbolo. Batu yang berada di sisi danau bertuliskan huruf jawa kuno itu berbunyi, Ling Deva Mpu Kameswara Tirthayatra yang artinya perjalanan Mpu Kameswara mencari air suci. Tradisi mencari air suci ke Semeru tersebut masih dilakukan oleh umah Hindu Bali setiap menjelang perayaan Nyepi.

3. Padang Lavender yang Bukan Lavender

Di beberapa titik di Gunung Semeru (terutama Oro-oro Ombo) kita akan menjumpai padang bunga berwarna ungu yang oleh sebagian orang dikira sebagai bunga lavender, padahal bukan. Nama bunga itu sebenarnya adalah Verbena. Bunga ini sendiri memiliki efek merusak ekosistem di Gunung Semeru sehingga pihak taman nasional tak melarang pendaki untuk memetiknya, bahkan menyarankan untuk memetik.

4. Kawah Itu Bernama Pasopati, Bukan Jonggring Saloko

Dihimpun dari buku Ekspedisi Samala: Menguak Kemasyuran Majapahit dari Jendela Malang Raya terungkap bahwa nama kawah di Semeru bukanlah Jonggring Saloko, melainkan Pasopati. Jonggring Saloko sendiri adalah nama jalan menuju kawah. Penamaan Pasopati berasal dari ditemukannya arca Pasopati di dalam kawah.

 

 

 

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami