KataKerja.co.id, BERITA — Kriminalitas di Indonesia masih menjadi perhatian sepanjang 2025.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), Polri, dan Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) menunjukkan wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan aktivitas ekonomi besar masih mendominasi angka kejahatan tertinggi.
Berdasarkan Laporan Statistik Kriminal 2024/2025, jumlah kejahatan nasional pada 2024 mencapai 561.993 kasus. DKI Jakarta menjadi wilayah dengan angka kriminalitas tertinggi di Indonesia dengan total 77.261 kasus.
Di urutan kedua terdapat Sumatera Utara dengan 60.724 kasus, disusul Jawa Timur sebanyak 60.102 kasus. Jawa Tengah mencatat 41.460 kasus, sementara Sulawesi Selatan berada di posisi berikutnya dengan 39.443 kasus kriminal.
Jawa Barat juga masuk dalam daftar wilayah dengan jumlah kasus tinggi yakni 37.636 kasus. Kemudian Sumatera Selatan mencatat 25.154 kasus, Riau sebanyak 17.799 kasus, Lampung 16.249 kasus, hingga Papua dengan 13.922 kasus.
Selain tingginya jumlah kasus, pola kriminalitas di Indonesia menunjukkan faktor ekonomi masih menjadi penyebab utama tindak kejahatan. Dari total 326.489 kasus yang tercatat sejak Januari hingga awal Oktober 2025, sekitar 35 persen dipicu tekanan ekonomi.
Tingginya biaya hidup, keterbatasan lapangan pekerjaan, hingga kesenjangan sosial dinilai menjadi faktor yang mendorong meningkatnya kasus pencurian, penipuan, hingga tindak kriminal lainnya.
Sepanjang 2025, pencurian dengan pemberatan (curat) menjadi jenis kejahatan paling dominan dengan total 38.462 kasus. Disusul kasus narkotika sebanyak 37.534 kasus dan penganiayaan mencapai 35.460 kasus.
Kondisi ini menunjukkan persoalan kriminalitas tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.














