KataKerja.id, BERITA – Bencana alam kembali membuat Indonesia berduka. Senin malam (13/7/2020), banjir bandang menerjang Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Puluhan jiwa melayang, ribuan orang mengungsi dan kerugian mencapai angka miliaran rupiah.
Indonesia memang merupakan salah satu negara yang sangat rawan bencana alam. Gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, tanah longsor, banjir hingga angin puting beliung seperti sudah menjadi langganan tetap di negeri ini.
Berada di jalur gempa teraktif di dunia karena dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik (Ring of Fire) dan berada di atas tiga tumbukan lempeng benua, yakni; Indo-Australia dari sebelah selatan, Eurasia dari utara, dan Pasifik dari timur, menjadikan Indonesia sebagai wilayah yang rawan bencana letusan gunung api, gempa, dan tsunami.
Sepanjang sejarahnya, tercatat banyak bencana alam dahsyat yang pernah terjadi di Indonesia. Dirangkum KataKerja.id dari pelbagai sumber, berikut 10 bencana alam terdahsyat yang pernah terjadi di Indonesia:
1. Letusan Gunung Toba
Gunung Toba yang terletak di Sumatera Utara, diprediksi meletus sekitar 74.000 tahun yang lalu. Letusan supervolcano Toba dipercaya berdampak global. Letusannya bahkan dipercaya mengubah perjalanan manusia modern (Homo sapiens). Letusan Gunung toba berskala 8 dalam Volcano Explosivity Index (VEI), terkuat dalam dua juta tahun terakhir.
Awan panas yang disemburkannya menimbun nyaris seluruh daratan Sumatera, mulai dari Samudera Hindia di sebelah barat hingga Selat Malaka di sebelah timur dengan ketebalan material rata-rata 100 meter dan di beberapa area mencapai 400 meter. Menurut penelitian terbaru, terungkap bahwa Danau Toba seluas 3000 kilometer hanyalah kaldera dari gunung berapi.
2. Letusan Gunung Tambora
Gunung Tambora terletak di pulau Sumbawa di Indonesia. Letusan Tambora pada tahun 1815 adalah salah satu letusan gunung berapi yang paling kuat dalam sejarah dunia dan diklasifikasikan sebagai peristiwa dengan Volcano Explosivity Index (VEI) 7. Saking dahsyatnya, letusan Tambora membuat perubahan cuaca di berbagai belahan negara.
Letusannya empat kali lebih kuat daripada letusan Gunung Krakatau tahun 1883. Pasca letusan, Gunung Tambora meninggalkan sebuah lubang besar yang disebut kaldera dengan kedalaman mencapai ratusan meter.
Korban jiwa akibat letusan Gunung Tambora saat itu diprediksi mencapai angka 71 ribu jiwa. Abu vulkaniknya juga menyebar ke berbagai belahan bumi, sampai-sampai menutupi matahari masuk menyinari bumi. Eropa bahkan sampai mengalami musim tanpa panas.
3. Letusan Gunung Krakatau
Gunung Krakatau yang terletak di Selat Sunda meletus pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali lipat bom atom Nagasaki dan Hiroshima di Jepang, bahkan terdengar hingga Australia.
Letusan ini menyebabkan gelombang tsunami dan awan panas yang menyapu pesisir Banten serta menewaskan hingga 36.000 jiwa. Abu vulkanik yang disemburkan dari letusan gunung Krakatau mengakibatkan bumi sempat mengalami kegelapan hingga berhari-hari karena sinar matahari tertutup debu vulkanik.
4. Tsunami Flores
Gempa bumi berkekuatan 6,8 SR terjadi pada tanggal 12 Desember 1992 yang memicu tsunami setinggi 36 meter di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Bencana tersebut diperkirakan memakan korban hingga 2.100 jiwa.
5. Gempa dan Tsunami Aceh
Tsunami Aceh terjadi pada tanggal 26 Desember 2004. Tsunami ini dipicu gempa berkekuatan 9.3 SR yang terjadi di kedalaman 30 km di bawah dasar laut dan berjarak 100 km dari pantai Barat Aceh. Gempa tersebut menyebabkan gelombang tsunami setinggi 9 meter yang kemudian menyapu wilayah Aceh.
Bencana ini menewaskan lebih dari 220 ribu jiwa di Indonesia. Peristiwa ini juga menelan korban jiwa di wilayah Semenanjung Malaysia, Thailand, India, Srilangka, dan pantai Timur Afrika. Gempa dan Tsunami Aceh merupakan bencana alam paling dahsyat dengan jumlah korban jiwa terbesar sepanjang sejarah Indonesia di era modern.
6. Gempa Yogyakarta
Gempa mengguncang wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 dengan kekuatan 5,9 SR. Gempa yang terjadi pada pagi hari ini menelan korban hingga 6.234 jiwa, melukai puluhan ribu orang, merusak pelbagai bangunan dan juga situs bersejarah. Gempa yang terjadi tepatnya pada pukul 05.55 pagi ini membuat banyak orang terperangkap di dalam rumah, khususnya anak-anak dan orang tua.
7. Gempa Sumatera Barat
Gempa yang terjadi di Sumatera Barat terjadi pada tanggal 30 September 2009. Gempa yang berkekuatan 7,6 SR ini terasa di seluruh kawasan Sumatera, Jabodetabek, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Episentrum gempa terletak di sekitar 50 km lepas pantai barat laut Sumatera dengan kedalaman sekitar 87 km dari permukaan. Menurut data, peristiwa itu mengakibatkan 1.115 orang tewas.
8. Letusan Gunung Merapi
Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta ini adalah salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Hampir setiap 2-3 tahun terjadi letupan-letupan kecil hingga besar. Salah satu letusan terbesar yang tercatat dalam sejarah terjadi pada tahun 1930, yang menewaskan sekitar 1.300 jiwa. Peristiwa letusan gunung Merapi yang mungkin paling kita ingat adalah pada tahun 2010 yang disebut-sebut sebagai erupsi terbesar dalam 100 tahun terakhir dan merenggut lebih dari 200 nyawa termasuk sang juru kunci, Mbah Marijan.
9. Gempa Lombok
Rentetan gempa di Lombok pertama kali dirasakan pada tanggal 29 Juli 2018 dengan kekuatan 6,4 SR. Sejak itu, terjadi rentetan gempa susulan dengan skala kecil hingga besar yang terhitung mencapai angka ratusan kali. Korban jiwa tercatat mencapai 555 orang.
10. Gempa dan Tsunami Palu dan Donggala
Kerusakan akibat gempa bumi diikuti dengan tsunami yang melanda Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah sedemikian parahnya. Gempa dengan magnitude 7,4 SR disusul dengan tsunami yang terjadi Jumat sore, 28 September 2018 lalu mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan memakan korban ribuan jiwa. Korban jiwa tercatat mencapai angka 1.407 jiwa.














