KataKerja.co.id, BERITA — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei 2026, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan lomba video pendek bertema “Kampus Aman, Bebas dari Kekerasan.”
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya sosialisasi program Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT).
Kompetisi ini terbuka bagi seluruh elemen kampus, mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga sivitas akademika di perguruan tinggi negeri maupun swasta, baik di dalam maupun luar negeri.
Melalui video kreatif berdurasi singkat, peserta diharapkan mampu menyampaikan pesan yang kuat, relevan, dan menggugah kesadaran publik untuk menolak segala bentuk kekerasan di lingkungan kampus.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, menegaskan bahwa kampus seharusnya menjadi ruang yang aman, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu, tetapi juga sebagai pelopor budaya akademik yang sehat dan berkeadilan.
Menurutnya, seluruh warga kampus perlu berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan. Tidak ada ruang bagi tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun di lingkungan perguruan tinggi.
Melalui kompetisi ini, Ditjen Dikti ingin mendorong kreativitas sekaligus memperkuat pemahaman tentang PPKPT. Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap implementasi Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 yang mengatur standar perilaku bermartabat bagi insan akademik.
Adapun jadwal pelaksanaan kompetisi adalah sebagai berikut:
- 2 Mei 2026: Pengumuman dan sosialisasi
- 2–17 Mei 2026: Periode pengumpulan karya
- 17–23 Mei 2026: Tahap penilaian
- 26 Mei 2026: Pengumuman pemenang
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui akun Instagram resmi Ditjen Dikti, sementara panduan terkait PPKPT tersedia melalui tautan linktr.ee/ppkpt2025.
Dengan adanya kompetisi ini, semangat Hardiknas diharapkan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan.














