Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung fasilitas SPAM di Kelurahan Cambaya, Kecamatan Ujung Tanah, Rabu, 19 Agustus 2026. (Foto: ist)

Wali Kota Makassar Tinjau SPAM Cambaya, Pastikan Ketersediaan Air Bersih Hadapi Kemarau Panjang

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.co.id, BERITA — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau panjang dan kondisi kekeringan ekstrem. Salah satunya dengan memastikan fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) atau Pamsimas dapat berfungsi optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung fasilitas SPAM di Kelurahan Cambaya, Kecamatan Ujung Tanah, Rabu, 19 Agustus 2026. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi sarana penyediaan air bersih sekaligus memastikan fasilitas yang telah dibangun Pemerintah Kota Makassar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

“Saya datang langsung ke lokasi melihat SPAM ini. Tujuannya memastikan ketersediaan air pompa ini berjalan dan manfaat untuk warga disini,” ujar Appi.

Fasilitas SPAM tersebut berada di sekitar RW 03 Kelurahan Cambaya. Dalam kunjungannya, Munafri melihat langsung sumur bor serta sistem distribusi air yang pengelolaannya dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.

Di kawasan tersebut terdapat lima sumur bor yang menjadi sumber air warga. Tiga di antaranya merupakan bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar yang dibangun untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Munafri menjelaskan, fasilitas tersebut telah diserahkan kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri dan swadaya.

“Tadi saya datang lihat SPAM ini, sekitar empat bulan berjalan, diberikan oleh PU kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri, secara swadaya,” kata Munafri.

Menariknya, kapasitas pelayanan SPAM Cambaya berkembang melampaui target awal. Fasilitas tersebut semula dirancang untuk melayani sekitar 83 rumah, namun kini telah mampu menjangkau hingga 109 rumah warga.

“Ini mengaliri, target awalnya kurang lebih hanya 83 rumah, tapi akhirnya menjadi 109 rumah yang mereka layani,” terang Appi.

Munafri menilai keberadaan SPAM menjadi salah satu strategi penting dalam menghadapi ancaman kemarau, terutama bagi kawasan yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber air.

“Ini adalah salah satu antisipasi kita untuk bagaimana mengantisipasi kemarau panjang,” katanya.

Untuk memperluas cakupan layanan, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas PU juga telah merencanakan pembangunan fasilitas SPAM di sejumlah lokasi lainnya. Sebanyak 13 titik tambahan disiapkan sebagai bagian dari upaya memperkuat akses air bersih bagi masyarakat.

Pembangunan akan diarahkan ke wilayah yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh air, terutama kawasan yang rentan mengalami gangguan ketika musim kemarau tiba.

“Di beberapa wilayah tahun ini, Dinas PU juga sudah merencanakan membuat SPAM seperti ini di 13 titik tambahan lagi yang harus kita maksimalkan di wilayah-wilayah yang sangat terdampak,” jelasnya.

Menurut Munafri, kondisi musim kemarau tahun ini membutuhkan perhatian serius karena periode kering diperkirakan berlangsung cukup panjang dengan kondisi yang relatif lebih kering dibandingkan biasanya.

“Hitungan kita ini lumayan panjang musim keringnya dan sangat kering. Memang dibutuhkan supporting, khususnya daerah-daerah yang pada musim biasa saja susah air, apalagi musim kering,” ungkapnya.

Karena itu, Pemkot Makassar akan melakukan pemetaan terhadap wilayah yang membutuhkan dukungan fasilitas penyediaan air bersih. Munafri juga meminta pemerintah kecamatan memberikan masukan mengenai lokasi yang memiliki tingkat kebutuhan air tinggi agar pembangunan SPAM berikutnya dapat dilakukan secara tepat sasaran.

“Makanya dari peninjauan ini, kita mau lihat juga di Cambaya dan melihat masukan dari Pak Camat, di mana lagi lokasi yang sangat membutuhkan untuk kita bisa buat,” tuturnya.

Dalam peninjauan tersebut, Munafri juga memastikan distribusi air dari SPAM Cambaya berjalan dengan melibatkan masyarakat sebagai pengelola.

Air yang berasal dari sumur bor didistribusikan secara mandiri oleh warga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga di kawasan sekitar.

“Didistribusikan, dilakukan secara mandiri oleh masyarakat,” terang Munafri.

Model pengelolaan berbasis masyarakat tersebut dinilai menjadi salah satu kekuatan program SPAM. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memiliki peran dalam menjaga dan mengelola fasilitas yang tersedia.

Warga yang membutuhkan air dapat mengambilnya dengan membawa wadah atau jeriken untuk kemudian digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Warga yang mengelola sendiri,secara mandiri seperti itu untuk pengelolaannya,” katanya.

Munafri memastikan kualitas air dari sumur bor tersebut dalam kondisi baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Salah satu sumur yang menjadi sumber air SPAM Cambaya memiliki kedalaman sekitar 180 meter.

“Kualitasnya bagus. Sumur kedalamannya 180 meter,” kata Munafri.

Dengan berfungsinya SPAM Cambaya, Pemkot Makassar berharap masyarakat memiliki sumber air alternatif yang dapat diandalkan, khususnya ketika pasokan air mengalami tekanan akibat musim kemarau.

Pemerintah Kota Makassar juga akan terus mengidentifikasi wilayah lain yang membutuhkan fasilitas serupa sebagai bagian dari strategi menghadapi dampak kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih tetap terpenuhi.

“Langkah ini, menjadi bagian dari upaya pemerintah Kota memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan kondisi cuaca, terutama di kawasan yang secara rutin mengalami persoalan ketersediaan air saat musim kemarau,” tukas Appi.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami