(Foto: Dok. Dinas Kominfo Makassar)

Wali Kota Makassar Apresiasi 70 Paskibraka 2026, Sebut Formasi HUT ke-81 RI Terbaik

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.co.id, BERITA — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memberikan apresiasi kepada 70 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Makassar Tahun 2026 yang telah sukses menjalankan tugas dalam rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Apresiasi tersebut disampaikan Munafri saat menjamu makan bersama para anggota Paskibraka beserta orang tua masing-masing di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa, 18 Agustus 2026, malam.

Dalam kesempatan itu, Munafri menyampaikan ucapan selamat sekaligus penghargaan atas keberhasilan para anggota Paskibraka dalam menjalankan tugas pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih.

“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya mengucapkan selamat dan sukses serta apresiasi yang setinggi-tingginya,” ucap Appi.

“Saya juga menyampaikan rasa bangga kepada anak-anak ku Paskibraka yang telah melaksanakan tugas dengan sangat sempurna,” sambung Munafri.

Menurut Munafri, menjadi anggota Paskibraka merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Dari banyaknya pelajar yang memiliki keinginan untuk menjadi Paskibraka, hanya mereka yang terpilih untuk menjalankan tugas negara tersebut.

“Pada pelaksanaan ulang tahun Negara Republik Indonesia ke-81, kegiatan ini tentu sangat istimewa. Kalian adalah orang-orang pilihan, terpilih dari begitu banyak anak-anak yang seusia kalian yang ingin menjadi Paskibraka,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan para Paskibraka bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga keluarga, pelatih, Pemerintah Kota Makassar, hingga seluruh masyarakat.

Munafri juga menyoroti perjuangan para anggota Paskibraka yang harus menjalani proses latihan dengan disiplin dan kesiapan fisik maupun mental.

“Di usia yang masih sangat muda ini, dibutuhkan effort yang luar biasa. Bukan hanya kekuatan fisik, tetapi juga kekuatan mental yang harus terpuji. Alhamdulillah, kalian semua bisa melewatinya dengan sangat baik,” tuturnya.

Selain kepada para anggota Paskibraka, apresiasi juga diberikan kepada para pelatih dan seluruh tim yang telah melakukan pembinaan selama berbulan-bulan. Munafri menilai keberhasilan pasukan tidak terlepas dari ketekunan, kesabaran, dan kerja keras para pelatih.

“Saya juga sangat mengapresiasi para pelatih dan tim pasukan yang tidak pernah berhenti melatih. Kita bisa bayangkan, mereka mulai melatih dari nol dengan penuh kesabaran,” terangnya.

“Lebih hebat lagi, siswa-siswi membangun formasi yang sangat berbeda dan akhirnya menghasilkan sebuah formasi yang menjadi pembicaraan di mana-mana,” lanjutatan CEO PSM itu.

Munafri bahkan menyebut penampilan Paskibraka Kota Makassar dalam upacara HUT ke-81 RI sebagai salah satu yang terbaik yang pernah disaksikannya.

“Menurut saya, Paskibraka Kota Makassar adalah salah satu penampilan terbaik yang pernah saya lihat dalam kegiatan, baik penaikan bendera maupun penurunan bendera,” katanya.

Pada prosesi pengibaran Sang Merah Putih, Tim Narya menampilkan formasi yang terinspirasi dari Benteng Rotterdam dengan bentuk menyerupai penyu yang tengah bergerak menuju laut.

Formasi tersebut tidak hanya menjadi rangkaian gerakan dan barisan, tetapi juga membawa pesan mengenai karakter bangsa Indonesia serta identitas bahari masyarakat Sulawesi Selatan.

Sementara itu, prosesi penurunan bendera pada sore hari dilaksanakan oleh Tim Gasta. Tim tersebut menampilkan formasi yang terinspirasi dari Stupa Candi Borobudur sebagai salah satu simbol kebesaran peradaban dan warisan budaya Indonesia.

Di hadapan para anggota Paskibraka dan orang tua, Munafri mengingatkan agar pengalaman selama proses pendidikan dan pelatihan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyebut sejumlah nilai yang diperoleh selama menjadi Paskibraka, seperti kedisiplinan, kekompakan, fokus, kemampuan berinteraksi, hingga membangun jaringan.

“Banyak sekali pelajaran berharga yang kalian bisa dapatkan, terutama tentang kedisiplinan, kekompakan, fokus, dan yang lebih penting adalah interaksi. Membangun networking ini menjadi salah satu hal yang harus kita bangun secara bersama-sama,” imbuh Appi.

Munafri berharap pengalaman tersebut dapat menjadi modal bagi para anggota Paskibraka dalam membangun masa depan. Menurutnya, status sebagai mantan Paskibraka juga dapat menjadi bagian dari rekam jejak yang bernilai dalam perjalanan pribadi maupun profesional.

Ia menekankan bahwa proses seleksi Paskibraka dilakukan berdasarkan kemampuan, bukan karena kedekatan dengan keluarga maupun pejabat.

“Tetapi kalian punya talenta, punya kemampuan, punya percaya diri, dan itu kalian tunjukkan dengan sangat baik,” tegasnya.

Sebagai bentuk penghargaan, Pemerintah Kota Makassar memberikan apresiasi berupa uang tunai kepada seluruh anggota Paskibraka.

“Ini adalah apresiasi yang bisa kami berikan dari Pemerintah Kota,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Munafri juga menyampaikan bahwa anggota Paskibraka Kota Makassar kembali akan mendapatkan kesempatan mengikuti studi wisata ke Bali sebagai bentuk apresiasi lanjutan.

“Tahun lalu juga kami memberangkatkan untuk studi wisata ke Bali. Tahun ini masih mau ke Bali atau tidak?,” tanya Munafri kepada para Paskibraka yang langsung disambut antusias.

Di penghujung sambutannya, Munafri berpesan agar para anggota Paskibraka tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, perjalanan mereka masih panjang dan tantangan yang dihadapi di masa depan akan semakin besar.

Munafri kemudian membagikan pengalaman pribadinya yang sejak dahulu memiliki keinginan menjadi anggota Paskibraka, namun tidak berhasil karena mengalami kendala saat mengikuti latihan baris-berbaris.

Dengan nada bercanda, ia menyebut meski gagal menjadi Paskibraka, dirinya justru kemudian dipercaya menjadi wali kota.

“Saya tidak lulus, mungkin saya tidak jadi Paskibraka. Saya jadi wali kota. Tapi mungkin seandainya saya jadi Paskibraka, mungkin lebih tinggi daripada wali kota,” katanya.

Di balik candaan tersebut, Munafri menekankan bahwa pengalaman menjadi Paskibraka dapat membentuk karakter, mental, dan kedisiplinan sejak usia muda.

“Kenapa? Karena mental dan kedisiplinan itu sudah tertanam dari awal. Ini modal yang sangat-sangat besar. Disiplin, fokus, kompak, ini modal. Kalian sudah punya modal itu, pertahankan dan tingkatkan,” pesan Appi.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami