Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. (Foto: Antara)

Prabowo: Pemerintah Tutup 290 BUMN, Hemat Biaya Overhead Rp50 Triliun

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.co.id, BERITA — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah telah menutup 290 badan usaha milik negara (BUMN) sebagai bagian dari restrukturisasi dan perampingan perusahaan pelat merah. Langkah tersebut disebut telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun.

Prabowo mengatakan penghematan tersebut berasal dari berkurangnya biaya untuk membiayai gaji direksi, komisaris, serta berbagai pengeluaran yang dinilai tidak produktif.

“Dengan perampingan jumlah BUMN, hari ini kita telah hemat overhead sekitar Rp50 triliun,” kata Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Penghematan Rp50 Triliun Dialihkan untuk Investasi

Menurut Prabowo, penghematan tersebut membuat anggaran yang sebelumnya digunakan untuk membiayai struktur perusahaan yang tidak produktif dapat dialihkan untuk kebutuhan yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

“Ini artinya setiap tahun Rp50 triliun tidak lagi habis untuk membiayai gaji direksi dan komisaris, dan hal-hal yang tidak produktif,” ujarnya.

Prabowo mengatakan pemerintah kini mengarahkan dana tersebut untuk investasi, industrialisasi, peningkatan pelayanan, serta berbagai kegiatan lain yang memberikan manfaat langsung kepada rakyat.

Temukan 1.074 BUMN dan Anak-Cucunya

Prabowo menjelaskan, pemerintah menemukan jumlah perusahaan BUMN yang sangat besar ketika Danantara mulai dibentuk. Saat itu, tercatat terdapat 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya.

Menurut Prabowo, jumlah tersebut terlalu banyak karena terdapat perusahaan yang tidak produktif serta terlalu banyak lapisan direksi dan komisaris.

“Ketika kita bentuk Danantara, kita menemukan ada 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya. Terlalu banyak yang tidak produktif. Terlalu banyak lapisan direksi dan komisaris,” kata Prabowo.

Dari jumlah tersebut, pemerintah telah menutup 290 BUMN. Prabowo menargetkan jumlah BUMN pada akhir 2026 menjadi paling banyak 300 perusahaan.

“750 BUMN lebih akan kita tutup,” ujarnya.

Dengan target tersebut, pemerintah masih akan melakukan penutupan atau penataan terhadap lebih dari 750 BUMN dalam proses restrukturisasi.

Hanya BUMN Produktif yang Dipertahankan

Prabowo menegaskan pemerintah hanya akan mempertahankan BUMN yang dinilai produktif dan mampu menciptakan nilai tambah.

“Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah akan kita pertahankan,” kata dia.

Ia menyebut langkah tersebut sebagai salah satu bentuk restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Menurut Prabowo, penyederhanaan jumlah BUMN tidak hanya ditujukan untuk mengurangi jumlah perusahaan, tetapi juga memperbaiki efisiensi pengelolaan perusahaan negara.

Dengan struktur yang lebih ramping, pemerintah berharap sumber daya yang sebelumnya terserap untuk membiayai struktur organisasi yang dinilai tidak produktif dapat dialihkan untuk kegiatan yang lebih strategis.

Prabowo mengatakan langkah tersebut juga merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kekayaan negara agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Selain itu, kita juga telah melaksanakan perintah Undang-Undang Dasar 1945 untuk menjaga kekayaan bangsa Indonesia, agar dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” tutur Prabowo.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami