Kondisi di salah satu pelabuhan di NTT pasca gempa magnitudo 7,7. (Foto: ist)

Pascagempa NTT, ASDP Perketat Pengawasan Penyeberangan dan Pastikan Armada Aman

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.co.id, BERITA — PT ASDP Indonesia Ferry memperketat pengawasan operasional penyeberangan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang laut utara Flores, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Gempa yang terjadi pada pukul 04.58 WIB tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami. Namun, peringatan tersebut kemudian diakhiri BMKG pada pukul 07.30 WIB setelah tidak terdeteksi adanya kenaikan muka air laut yang signifikan.

Meski BMKG mencatat sebanyak 235 gempa susulan dengan magnitudo 2,5 hingga 6,2 hingga pukul 14.00 WIB, ASDP memastikan seluruh fasilitas pelabuhan, armada kapal, dan penumpang dalam kondisi aman.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan keselamatan perjalanan dan infrastruktur menjadi prioritas sebelum seluruh layanan dinormalisasi.

“Dalam kondisi pascagempa, keselamatan harus dipastikan terlebih dahulu sebelum layanan berjalan normal. Kami terus memantau armada, pelabuhan, dan kondisi perairan serta berkoordinasi erat dengan BMKG, KSOP, dan KUPP. Setiap keputusan operasional diambil berdasarkan data aktual otoritas berwenang,” tegas Heru, dikutip Senin, 17 Agustus 2026.

Sebagai langkah antisipasi, beberapa kapal sempat diarahkan untuk berlindung di titik aman sebelum kembali melanjutkan pelayaran.

Kapal-kapal tersebut antara lain KMP Sangkepalangga pada rute Jampea–Marapokot yang dipastikan dalam kondisi aman. KMP Komodo dan KMP Cucut juga sempat berlindung di sekitar Pulau Monyet.

KMP Komodo kemudian melanjutkan pelayaran menuju Rinca pada pukul 13.30 WITA, sedangkan KMP Cucut bertolak menuju Sape pada pukul 14.30 WITA.

Sementara itu, KMP Cakalang berhasil berlayar menuju Pelabuhan Waikelo. KMP Ile Apel sempat disiagakan di Kupang sebelum bertolak pada pukul 07.00 WITA untuk melayani rute Kewapante–Pemana (PP).

“Di wilayah Bajoe dan Baubau, seluruh armada dan fasilitas pelabuhan dilaporkan berada dalam kondisi aman tanpa kerusakan,” tambahnya.

ASDP bersama tim regional juga melakukan verifikasi menyeluruh terhadap kelayakan fasilitas fisik, termasuk di Pelabuhan Maumere. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas berada dalam kondisi aman sebelum aktivitas penyeberangan dibuka secara penuh.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengatakan sistem mitigasi berjenjang terus diaktifkan untuk merespons perkembangan kondisi di lapangan.

“Kami mengimbau para pengguna jasa untuk tetap tenang, mematuhi arahan petugas di pelabuhan, serta memantau kanal informasi resmi BMKG dan ASDP untuk update jadwal penyeberangan,” kata Windy.

ASDP mengingatkan pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas serta memperhatikan informasi resmi mengenai kondisi pelabuhan dan jadwal penyeberangan. Pengawasan terhadap armada, fasilitas pelabuhan, dan kondisi perairan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan perjalanan pascagempa.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami