Ilustrasi (foto: pixabay)

Musim Kemarau Meluas, BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.co.id, BERITA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut musim kemarau semakin meluas di berbagai wilayah Indonesia. Meski demikian, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi secara lokal akibat dinamika atmosfer.

Berdasarkan analisis BMKG hingga Dasarian I Juli 2026, musim kemarau telah berlangsung di 423 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 60,5 persen wilayah Indonesia. Kondisi tersebut didominasi curah hujan rendah yang mencakup 72,38 persen wilayah.

BMKG menyebut kondisi ini sejalan dengan semakin menguatnya fenomena El Nino yang berpotensi memengaruhi pola curah hujan di Indonesia.

El Nino Berpotensi Semakin Kuat

BMKG mencatat nilai anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 mencapai +1,88 pada dasarian. Sementara itu, indeks mingguan berada di angka +1,47 dengan Southern Oscillation Index (SOI) 30 hari sebesar -27,4.

Kondisi tersebut diperkirakan dapat semakin memperkuat kecenderungan berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia dan berpotensi berkembang menjadi El Nino kuat pada 2026.

Namun, fenomena atmosfer lainnya masih dapat meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial berpotensi memengaruhi pertumbuhan awan hujan, terutama di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

“Meskipun fenomena global cenderung mengindikasikan potensi pembentukan awan hujan yang minim, spasial MJO diprediksi aktif di Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, sehingga mampu meningkatkan potensi hujan di wilayah tersebut,” tulis BMKG dalam keterangan resminya yang dilihat pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Hujan Sedang Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah

Untuk periode 18–23 Juli 2026, BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia didominasi cuaca cerah berawan hingga hujan ringan.

Meski demikian, hujan dengan intensitas sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah, meliputi:

  • Aceh
  • Sumatra Utara
  • Sumatra Barat
  • Riau
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara
  • Sejumlah wilayah di Papua

Selain potensi hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait angin kencang pada periode 20–23 Juli 2026.

Potensi angin kencang tersebut dapat terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Papua Barat, dan Banten.

BMKG Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Karhutla

BMKG mengimbau masyarakat tetap mewaspadai berbagai dampak musim kemarau, mulai dari suhu udara yang lebih panas, kekeringan, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Meskipun musim kemarau semakin dominan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal,” imbau BMKG.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan ketika hujan lebat dan angin kencang terjadi. Sejumlah dampak yang perlu diantisipasi antara lain pohon tumbang, baliho roboh, genangan, hingga sambaran petir.

Di tengah musim kemarau, masyarakat juga diingatkan tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.

BMKG meminta masyarakat rutin memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG serta melakukan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko cuaca ekstrem, kekeringan, dan karhutla.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami