(Foto: x/bismillahyuk_)

Mahasiswa Kembali Gelar Aksi di Jakarta, Bawa Tuntutan Ekonomi, Pendidikan, dan Demokrasi

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.co.id, BERITA — Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa kembali digelar di Jakarta pada Senin, 15 Juni 2026. Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi terkait isu ekonomi, pendidikan, hingga demokrasi.

Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi mahasiswa yang sebelumnya digelar pada Jumat, 12 Juni 2026, oleh BEM Universitas Indonesia (UI) bersama perwakilan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.

Pada aksi kali ini, mahasiswa dari Institut STIAMI, Universitas Trilogi, Universitas Paramadina, dan Universitas Bung Karno (UBK) menjadi kelompok utama yang menggelar demonstrasi di ibu kota.

Long March Menuju Silang Monas

Mahasiswa dari Institut STIAMI, Universitas Trilogi, dan Universitas Paramadina dijadwalkan melakukan long march dari kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) menuju Silang Monas.

Berdasarkan informasi penyelenggara, jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 500 mahasiswa.

Dalam berbagai poster yang beredar, aksi tersebut mengusung sejumlah slogan seperti “Seruan Aksi Massa”, “Reformasi Jilid II”, dan “Kuliah di Jalan” sebagai bentuk kritik terhadap kondisi nasional yang dinilai semakin memburuk.

Mahasiswa menyampaikan lima tuntutan utama, yaitu:

  • Mendesak pemerintah menstabilkan nilai tukar rupiah melalui evaluasi belanja negara, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
  • Menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan harga kebutuhan pokok.
  • Mendesak Presiden beserta jajaran pemerintah mengevaluasi kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.
  • Menolak pembahasan serta meminta pembatalan Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri.
  • Menghentikan praktik militerisasi di ruang sipil demi menjaga prinsip demokrasi.

BEM Universitas Bung Karno Aksi di Istana Negara

Sementara itu, BEM Universitas Bung Karno (UBK) menjadwalkan aksi terpisah di depan Istana Negara mulai pukul 10.00 WIB.

Aksi tersebut ditargetkan diikuti lebih dari 200 mahasiswa, dengan kemungkinan bergabungnya mahasiswa dari sejumlah kampus lain, termasuk Universitas Pamulang (Unpam) dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, M Abdi Maludin, mengatakan aksi digelar setelah melalui serangkaian diskusi dan konsolidasi mahasiswa.

“Kita melihat kondisi negara hari ini sangat terpuruk, bahwasanya negara ini sedang tidak baik-baik saja,” kata Abdi.

Pihak penyelenggara juga menyampaikan bahwa pemberitahuan pelaksanaan aksi telah dikirimkan secara digital kepada Bagian Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Metro Jaya.

“Untuk secara tertulis belum kami sampaikan. Tetapi izin secara digital sudah ke bagian kirim ke Bagian Intelkam Polda Metro Jaya,” kata Abdi.

Dalam aksi di depan Istana Negara, mahasiswa UBK membawa enam tuntutan, yakni:

  • Menghentikan sementara dan mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih.
  • Meninjau kembali Undang-Undang Kepolisian RI.
  • Menghentikan militerisme dan memperkuat supremasi sipil.
  • Mengambil langkah strategis menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional.
  • Menjamin hak atas pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau.
  • Meninjau kembali kebijakan kenaikan harga BBM.

Aksi tersebut mencerminkan sejumlah isu yang menjadi perhatian mahasiswa, mulai dari kondisi ekonomi, kebijakan publik, pendidikan, hingga tata kelola pemerintahan dan demokrasi.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami