Anggota Tim SAR gabungan mengevakuasi korban terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Maumere, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Foto: Basarnas)

Gempa M7,7 Guncang NTT, 38 Orang Meninggal Dunia dan Warga Masih Terjebak

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.co.id, BERITA — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pagi. Gempa tersebut disebut berada di segmen Back-Arc Thrust yang telah dipetakan memiliki potensi gempa maksimum hingga magnitudo 7,8.

Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nuraini Rahma Hanifa mengatakan, potensi tersebut telah tercantum dalam Peta Gempa Indonesia 2024.

“Di Peta Gempa 2024 juga sudah kami tulis potensi maksimum yang mungkin terjadi dari Back-Arc Thrust ini mencapai magnitudo 7,8,” ujar Nuraini saat dihubungi, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Berada di Segmen Bersebelahan dengan Gempa Flores 1992

Menurut Nuraini, gempa magnitudo 7,7 tersebut berada di segmen yang bersebelahan dengan lokasi gempa Flores pada 1992.

Ia menjelaskan, Back-Arc Thrust merupakan jalur sesar yang menerus dari wilayah utara Flores, Lombok, hingga Bali. Jalur tersebut juga menjadi pemicu gempa besar di Lombok pada 2018.

Berdasarkan pengalaman dari rangkaian gempa Lombok pada 2018, Nuraini menuturkan gempa besar dapat terjadi setelah gempa sedang. Karena itu, BRIN masih mencermati apakah gempa magnitudo 7,7 di NTT merupakan gempa utama atau justru gempa pendahulu (foreshock).

“Kita sih ekspektasinya, karena gempa sekarang sudah magnitudo 7,7, kita berharap ini sudah gempa utamanya, bukan foreshock. Foreshock itu gempa pendahuluan,” ujar Nuraini.

Nuraini menambahkan, berdasarkan pemetaan, potensi maksimum gempa di segmen tersebut berada di sekitar magnitudo 7,8. Sementara itu, gempa yang terjadi telah mencapai magnitudo 7,7 dan gempa susulan dengan kekuatan sekitar magnitudo 6 juga tercatat.

“Kita melihat potensi gempa di segmen ini maksimum magnitudo 7,8. Tetapi tadi kan sudah terjadi magnitudo 7,7. Sudah keluar 7,7, kemudian tidak lama berselang salah satu gempa susulannya juga sudah magnitudo 6,” tutur dia.

Menurut Nuraini, kondisi tersebut menjadi alasan BRIN memperkirakan energi yang tersimpan di segmen tersebut sudah banyak dilepaskan.

38 Orang Meninggal Dunia, Warga Masih Terjebak

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena mengatakan, masih ada sejumlah warga yang diduga terjebak di dalam reruntuhan bangunan setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT.

“Masih ada beberapa masyarakat yang disinyalir membutuhkan pertolongan. Ada yang terjebak di beberapa bangunan,” ujar Melki.

Melki menjelaskan, tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya terus bergerak melakukan operasi pencarian dan pertolongan korban.

“Ini menjadi sasaran utama tim penanganan bencana. Kepala Basarnas bersama unsur TNI dan Polri segera mengerahkan personel untuk mengevakuasi masyarakat yang terdampak,” kata Melki.

Gempa tektonik terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 05.58 WITA. Berdasarkan data sementara yang diterima Pemprov NTT, jumlah korban meninggal dunia terbanyak berada di Manggarai dan Manggarai Timur, masing-masing 14 orang.

Sementara itu, korban luka-luka tercatat di Sikka sebanyak enam orang, Ende 13 orang, dan Manggarai Barat empat orang. Selain korban jiwa dan luka-luka, ribuan warga juga dilaporkan mengungsi.

Sebanyak empat orang juga dilaporkan masih terjebak di dalam bangunan di wilayah Manggarai. Tim gabungan terus melakukan upaya evakuasi.

“Proses pendataan masih berlangsung karena hampir seluruh wilayah Flores terdampak dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Pemerintah bersama TNI, Polri, dan unsur terkait terus bergerak memastikan penanganan korban berjalan optimal,” tegas Melki.

Pemprov NTT Proses Penetapan Status Bencana

Pemerintah Provinsi NTT kini sedang memproses penetapan peristiwa tersebut sebagai Bencana Daerah Tingkat Provinsi.

Sementara itu, penetapan status bencana nasional sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.

BNPB: Warga Terjebak Kurang dari 10 Orang

Proses pencarian dan pertolongan korban gempa magnitudo 7,7 di NTT masih berlangsung. Berdasarkan data yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 38 orang dilaporkan meninggal dunia.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, laporan mengenai warga yang masih terjebak bersifat dinamis. Namun, jumlahnya diperkirakan kurang dari 10 orang.

“Tadi dilaporkan oleh Bapak Gubernur NTT itu ada beberapa, tapi di bawah sepuluh begitu. Tapi nanti tanya langsung Pak Gubernur karena saya takut salah,” kata Suharyanto, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Tim gabungan masih melakukan pencarian dan evakuasi terhadap warga yang terdampak. Pendataan korban dan kerusakan juga terus dilakukan seiring dengan perkembangan penanganan bencana di sejumlah wilayah Flores.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami