Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah. (Foto: Wikipedia)

Pemerintah Siapkan Rebranding Koperasi Desa Merah Putih, Sasar Milenial dan Gen Z

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.co.id, BERITA – Kementerian Koperasi menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat kembali peran koperasi di Indonesia. Salah satunya melalui rebranding yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, rebranding menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkenalkan kembali koperasi kepada kelompok milenial dan Gen Z yang dinilai semakin kurang memahami konsep serta peran koperasi.

“Yang pertama rebranding koperasi, karena memang koperasi apa namanya, udah banyak yang kurang paham lagi, terutama di kalangan generasi muda, milenial dan Gen Z,” kata Ferry di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, Senin (21/9/2026).

Selain melakukan rebranding, Kementerian Koperasi juga tengah membenahi sistem informasi dan data koperasi melalui digitalisasi. Pembenahan tersebut diarahkan agar data yang tersedia tidak lagi bersifat statis, tetapi dapat diperbarui dan dimanfaatkan secara lebih dinamis.

“Kami sekarang dengan Deputi Kelembagaan dan Digitalisasi merombak digitalisasi informasi data yang ada di Kementerian Koperasi yang sebelumnya sifatnya statis, kita dorong pelan-pelan menjadi data yang sifatnya lebih dinamis,” ujarnya.

Fokus Koperasi Didorong ke Pengembangan Bisnis

Ferry juga menyoroti aspek tata kelola koperasi. Menurutnya, perhatian pemerintah ke depan tidak hanya berkutat pada kelembagaan, tetapi juga perlu diarahkan pada pengembangan bisnis koperasi.

“Nah ketiga, tentang tata kelola. Tata kelola ini penting. Di Kementerian Koperasi sebelumnya tuh memang lebih banyak heavy-nya atau bobotnya tentang kelembagaannya,” ucapnya.

“Nah sekarang kita mau dorong bobotnya tuh ke pengembangan bisnisnya. Karena koperasi itu adalah sesungguhnya sama dengan teman-teman Gapki,” lanjutnya.

Ia menilai koperasi pada dasarnya merupakan badan usaha sehingga aspek bisnis perlu mendapatkan perhatian lebih besar. Pengembangan tersebut, antara lain, diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi dan pengolahan komoditas yang dikelola koperasi.

Ferry mencontohkan koperasi yang bergerak di sektor perkebunan sawit agar dapat memiliki fasilitas pengolahan crude palm oil (CPO). Sementara koperasi yang bergerak di sektor peternakan sapi perah juga didorong mengembangkan industri pengolahan susu.

“Koperasi itu adalah badan usaha dan bobot atau heavy dengan bisnisnya, itu yang sekarang kita dorong termasuk di dalamnya adalah bagaimana kita sekarang mendorong koperasi-koperasi yang berkegiatan di perkebunan sawit sekarang kita dorong untuk masuk punya pabrik CPO, dan seterusnya,” ujarnya.

Menurut Ferry, koperasi pernah memiliki peran besar dalam kegiatan ekonomi nasional. Ia mencontohkan Gabungan Koperasi Batik Indonesia yang pada masa lalu memiliki fasilitas produksi tekstil dan garmen.

“Koperasi itu dulu tahun sebelum tahun ’98 itu banyak yang sukses. Koperasi tuh punya pabrik, Gabungan Koperasi Batik Indonesia itu punya pabrik tekstil, punya pabrik garmen,” katanya.

23 Ribu Bangunan KDKMP Disebut Rampung

Di sisi lain, pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) masih terus dilakukan pemerintah.

Ferry menyebut sebanyak 23.000 bangunan KDKMP telah rampung 100 persen. Sementara sekitar 17.000 bangunan lainnya masih menjalani proses verifikasi dan validasi.

Pemerintah juga telah mempersiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola operasional KDKMP. Para manajer yang sebelumnya direkrut dan menjalani pelatihan telah mendapatkan surat keputusan (SK) pengangkatan.

“Manajer-manajer yang kemarin direkrut, dilatih juga sudah dibuatkan SK-nya,” terangnya.

Selain itu, pemerintah telah menetapkan besaran gaji dan jenjang bagi para manajer KDKMP. Selanjutnya, para manajer tersebut akan ditempatkan di KDKMP yang fasilitas fisiknya telah siap, termasuk bangunan, gudang, gerai, dan peralatan pendukung.

“Karena manajernya sudah dipersiapkan untuk didiskusikan dan mungkin bulan Oktober ini udah mulai soft launching operasional,” pungkasnya.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami