KataKerja.id, BERITA – Sepatu gunung menjadi salah satu perlengkapan wajib bagi para traveler dan mereka yang hobi berkegiatan di alam bebas.
Beragam merek tersedia di pasaran, mulai merek produksi nasional hingga brand internasional. Khusus untuk sepatu gunung bermerek import, harganya lumayan mahal, berkisaran jutaan rupiah. Meski demikian, tak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk mendapatkan sepatu gunung bermerek tersebut. Kini banyak penjual sepatu gunung second (bekas) yang menyiapkan sepatu-sepatu import, salah satunya yakni Basecamp Outdoor Second.
Kepada KataKerja.id, Kamis (27/8/2020), owner Basecamp Outdoor Second, Muhammad syahfian S menjelaskan bahwa dirinya telah menggeluti usaha sepatu outdoor second tersebut sejak 4 tahun lalu. “Sebelum main sepatu gunung, saya jualan jaket outdoor dan daypack second selama dua tahun,” terangnya.
Menjajakan sepatu gunung second merek ternama seperti: Salewa, The North Face, Arteryx, Lafuma, Mammuth, Black Yak hingga K2 membuat dagangan pemuda yang lebih suka disapa Piko ini pun laris manis. Pembeli tidak hanya dari Makassar tapi juga dari daerah lain, termasuk dari Pulau Jawa. “Paling banyak dari Bandung,” jelas Piko. Selain jualan via online, Piko pun seringkali menerima pembeli di counternya di jalan Palantikang lorong 2, Kabupaten Gowa.
Menurut Piko, puncak penjualan sepatu gunung second biasanya terjadi pada musim pendakian seperti jelang bulan Agustus. Di saat seperti itu, ia mengaku bisa menjual hingga 60 pasang dalam sebulan.
Harga yang dipatoknya pun memang bikin para pembeli tergiur. “Harganya kisaran 250 ribu rupiah hingga satu jutaaan,” ungkapnya sambil menambahkan bahwa sepatu-sepatu gunung tersebut dipesannya di Malaysia dan transit Kalimantan. “Biasanya sekali masuk, sekitar 100 pasang.”
Di masa pandemi Covid-19, bisnis sepatu gunung second Piko ikut terdampak. Sejak bulan Maret lalu, ia mengaku kesulitan dalam hal pemesanan. “Memang lagi susah sekali memesan. Sudah hampir lima bulan ini pesanan kami selalu terhambat,” katanya. Meski demikian, Piko tetap optimis jika keadaan akan kembali normal.














