Para jurnalis perempuan yang kerap terlibat dalam aksi kemanusiaan - (foto istimewa)

The Expendables, Avengers dan Mereka!

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.id, CATATANKAKI – Saya suka nonton film. Di rumah, di bioskop atau nonton di laptop, sama saja. Bajakan pun tak mengapa. Asal baru dan genre-nya aksi, pasti saya tonton. Meski paling suka film action, saya juga tetap suka film genre lain. Misalnya, film keluarga sekelas Keluarga Cemara hingga film-film keluarga yang dibintangi kakek Sugiono.

Dari sekian banyak film aksi, satu yang paling saya suka sampai nonton berulang kali adalah The Expendables. Di film yang mempertemukan banyak jagoan itu, bangga dan hormat saya haturkan buat Sylvester Stallone. Sebagai sutradara, Stallone berhasil membuktikan kelasnya.

Menghabiskan anggaran 80 juta dolar, film yang dirilisnya Agustus 2010 itu meledak di mana-mana. Untungnya berlipat lipat. Tembus sampai 274,5 juta USD. Silahkan kalikan dengan kurs rupiah hari ini.

Di The Expendables, Stallone berhasil menyatukan para jagoan sekelas Jason Statham, Jet Li, Dolph Lundgren, Randy Couture, Terry Crews, Steve Austin dan Mickey Rourke, menjadi sebuah tim tak terkalahkan.

Stallone lebih cepat dua tahun dari Nick Fury, direktur SHIELD yang mengabungkan Iron Man, Captain America, Hulk, Thor, Black Widow dan Hawkeye dalam The Avengers. Seperti Expendables, Avengers juga tim berisi para jagoan. Musuhnya beragam. Yang paling susah mati namanya Tanos.

Jumat sore kemarin, saat nongkrong di Posko Jurnalis Peduli Kemanusiaan Makassar, saya mendengar telepon genggam koordinator aksi berdering. Saya melihat jarinya seperti menghitung. “Satu, dua, tiga…14 semua, kak,” jelas Om Darwin ke si penelpon. Yang menelpon adalah seorang rekan jurnalis. “Katanya mau kirim ransum, kak,” jelasnya ke saya.

Tak cukup sejam, ransum yang dimaksud tiba di posko yang juga merupakan sekret Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar dengan aroma menembus pembungkusnya. Jumlahnya pas sesuai hitungan, 14 dos. Dibawa dalam satu plastik berukuran besar berwarna merah. Isi tiap dosnya sama : nasi berwarna hijau, telur yang mirip mata sapi, segelas air mineral dan sambel merah menyala terbungkus plastik bening.

Dalam kondisi seperti itu, tak boleh banyak tanya. Hajar dengan baik dan benar. Cepat, tepat, tuntas. Lengah sedikit, itu artinya cuma dapat jalangkote dingin. Itu pun sisa satu. Setelah kenyang, saya baru bertanya. Dari Om Darwin saya tau kalo yang menelpon tadi adalah Mismaya Al Khaerat.

Dia bersama kak Ajra Asridjal, Mimi Asmi dan beberapa rekan jurnalis perempuan lainnya rupanya memang tak pernah mau dan tak pernah bisa tinggal diam. Kali ini mereka bersepakat bersatu kembali, seperti Avengers, seperti Expendables. Mereka mengambil peran dengan menyiapkan makanan bagi masyarakat, para relawan dan para petugas medis di garis depan yang bertempur menahan laju Covid-19.

Nama-nama yang saya tuliskan di atas adalah nama perempuan-perempuan biasa yang selalu berbuat luar biasa. Perempuan-perempuan yang selalu berdiri di barisan paling depan ketika relawan dibutuhkan. Mereka selalu ada. Saya saksinya.

Dan dalam peperangan melawan pandemi Virus Corona kali ini, saya kembali bersaksi bahwa mereka kembali ada. Bukan sebagai The Expendables atau The Avengers, tapi sebagai perempuan-perempuan biasa yang percaya bahwa mengambil peran dalam setiap aksi kemanusiaan adalah sebuah kewajiban. Hei perempuan-perempuan tangguh, bangga dan hormatku padamu!

Penulis,

Abo Stanley (Jurnalis)

Makassar, 4 April 2020

 

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami