KataKerja.id, BERITA – Gedung Mulo adalah salah satu gedung bersejarah di Kota Makassar yang terletak di jalan Jenderal Sudirman.
Dirangkum dari buku ‘SEJARAH GEDUNG MULO’ yang diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Mulo (Middlebare Uitbruik Lagere Onderwijs) pertama munculnya pada tahun 1910.
Pimpinan Mulo adalah juga pimpinan sekolah ELS dan guru yang mengajar adalah juga guru dari ELS.
Pada tahun 1914 usulan Mulo untuk menjadi Sekolah Mulo diterima. Sejak itu Mulo kemudian mengalami kemajuan dalam jumlah murid. Meskipun demikian, kebijakan tersebut jelas membuat kaum bumiputra tidak puas.
Ketidakpuasan terjadi karena tamatan sekolah Mulo hanya diperuntukkan untuk melanjutkan pendidikan pada sekolah menengah kejuruan tetapi tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi. Selanjutnya tidak diketahui nomor dan tahun keputusan tentang kapan tamatan sekolah Mulo dapat melanjutkan pendidikannya ke pendidikan tinggi.
Sekolah Mulo Makassar dibuka pada tahun 1920. Pembukaan tersebut sebenarnya terlambat karena di Pulau Jawa, Mulo sudah ada sejak tahun 1910. Sekolah Mulo Makassar dibuka dalam status yang sudah mapan dengan akses tamatan dapat melanjutkan ke sekolah menengah lain yang bisa lanjut ke pendidikan tinggi.
Proses panjang dunia pendidikan khususnya sekolah Mulo di Hindia Belanda merupakan sebuah gambaran perlawanan kaum bumiputra terhadap sistem dualisme pendidikan Belanda.
Dari segi arsitektur, bangunan sekolah Mulo yang sekarang masih utuh merupakan kategori benda cagar alam budaya. Spesifikasi arsitektur yang tampak pada rancangan ruangan yang tinggi (5,39 M) dengan ventilasi dan jendela yang memenuhi dinding. Ruang belajar dengan sistem penghawaan silang (cross ventilasi) adalah rancangan yang tepat untuk sekolah. Untuk mengisolasi panas, dibuat selasar yang memanjang di depan ruangan.
Unsur tradisional juga terlihat pada bentuk atap dan selasar tritisan. Bentuk atap limasan adalah unsur lokal dengan kemiringan yang tidak terlalu terjal, kemiringan yang ideal mengisolasi panas, sangat cocok dengan iklim tropis. Selasar tritisan dengan deretan kolom dan konsol sangat miring dengan yang ada pada bangunan-bangunan tradisional di Makassar.
Secara garis besar, arsitektur gedung Mulo termasuk dalam gaya Eropa Klasik Langkah penyelamatan sangat dibutuhkan untuk mengawetkan bangunan tersebut. Alasan penyelamatannya sangat jelas, selain memiliki nilai arsitektur yang berspesifikasi tinggi, nilai sejarah sangat padat dikandung oleh bangunan tersebut.
Saat ini, Gedung Mulo difungsikan sebagai Kantor Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulsel.














