KataKerja.id, CATATANKAKI – Sudah seminggu saya memilih berdiam diri di rumah, bekerja dari rumah, termasuk beribadah dari rumah. Pandemi corona menjelma menjadi teror mengerikan. Saya memilih melawannya dengan stay at home.
Selasa kemarin (31/3/2020), saya bertemu beberapa sahabat. Kami tergerak dengan alasan yang sama. Semua berawal dari beberapa foto kondisi para tenaga medis di Makassar yang diaplod seorang sahabat lainnya di grup WhatsApp.
Tetiba kami malu. Malu karena ketika wabah ini menyerang, kami memilih berdiam diri di rumah, sementara para tenaga medis berjuang sendiri di garis depan dengan perlengkapan seadanya, sendiri, tanpa siapa-siapa.
Akh, tak boleh ada yang berjuang sendiri demi kemanusiaan di negeri ini. Kita terlahir untuk saling jaga, saling tolong. Tak boleh ada yang ditinggal, apalagi tertinggal.
Atas nama cinta dan kemanusiaan, kami pun dari lintas organisasi media yang terdiri dari Aliansi Jurnalis Indepanden (AJI) Makassar, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulsel, Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Makassar, memutuskan bergerak.
Kami menyebut gerakan ini, Jurnalis Peduli Kemanusiaan. Kami akan mengumpulkan bantuan dana dan Alat Perlindungan Diri (APD). Peruntukannya akan kami prioritaskan untuk membantu kebutuhan APD para tenaga medis di makassar dan Sulsel pada umumnya.
Hari ini, Rabu (1/4/2020), kami memulai niat baik ini. Tak ada alasan lain selain cinta dan kemanusiaan. Semoga apa yang kita lakukan bernilai manfaat dan bernilai ibadah. Aamiin.
Penulis,
Abo Stanley (Jurnalis)
Makassar, 1 April 2020














