Suasana Lapangan Karebosi pada tahun 1980-an. (foto:Tropenmuseum)

Sejarah Lapangan Karebosi, Ikon Kota Makassar yang Oleh Belanda Disebut Koningsplein

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.id, BERITA – Lapangan Karebosi adalah salah satu ikon Kota Makasar yang tercatat sebagai cagar budaya berdasarkan surat Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar Wilayah Kerja Sulselra tertanggal 15 November 2007, bernomor Pw007/2067a/DPPMks/DP2007.

Sejarahnya, pada era Kerajaan Gowa di abad ke-13, Lapangan Karebosi adalah hamparan sawah.

Nama Karebosi sendiri berasal dari kata ‘Kanro’ yang artinya ‘Anugerah Tuhan’ dan ‘Bosi’ yang berarti ‘Hujan’. Kanro Bosi atau Karebosi memiliki arti ‘Hujan Sebagai Anugerah Tuhan’.

Saat VOC Belanda memerintah, Karebosi diberi nama menjadi “Koningsplein” yang berarti Lapangan Raja. Lapangan ini pun dijadikan ruang publik dan juga difungsikan sebagai tempat latihan pasukan Belanda.

Letaknya yang strategis membuat Lapangan Karebosi sejak dahulu hingga kini selalu menjadi pusat berbagai kegiatan, walau peruntukannya berbeda sesuai kondisi.

Pada tahun 1990-an, lapangan Karebosi kerap dijadikan sebagai lokasi pameran pembangunan, pasar malam, juga digunakan para pedagang kaki lima untuk berjualan.

Kini lapangan Karebosi berfungsi sebagai ruang publik yang dijadikan sebagai tempat kegiatan sosial, olahraga, perayaan budaya, hingga upacara.

Selain itu, terdapat pula pusat perbelanjaan yang terletak tepat di bawah Lapangan Karebosi yakni Karebosi Link. Pusat perbelanjaan bawah tanah ini terhubung dengan MTC Karebosi di seberang lapangan melalui sebuah lintasan di bawah tanah.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami