KataKerja.id,CATATANKAKI – Adalah semua orang Dukuh Paruk, termasuk Srintil, mereka tidak tahu apa-apa tentang sistem atau jalinan birokrasi kekuasaan. Dalam wawasan mereka semua priayi adalah sama, yakni tangan kekuasaan.
Setiap priayi boleh datang atas nama kekuasaan, tak peduli mereka adalah hansip, mantri pasar, opas kacamatan, atau seorang pejabat dinas perkebunan negara seperti Marsusi.
Dan ketika kekuasaan, menjadi aspek yang paling dominan dalam kehidupan masyarakat, orang Dukuh Paruk seperti Srintil tidak mungkin mengerti perbedaan antara polisi, tentara, dan pejabat perkebunan. Semuanya adalah tangan kekuasaan dan Srintil tidak mungkin bersikap lain kecuali tunduk dan pasrah!
(Potongan cerita Ronggeng Dukuh Paruk di atas adalah karya ahmad tohari, budayawan dan sastrawan yang sengaja saya kutip untuk Anda. Jika ada kemiripan dengan sikap Anda menghadapi kekuasaan saat ini, tolong acungkan tangan, saya akan memanggilmu, Srintil).
Penulis,
Abo Stanley
Makassar, 14 Mei 2020














